Image

Termasuk Walkot Cilegon, Ini 6 Kepala Daerah yang Ditangkap KPK dalam 3 Bulan Terakhir

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017, 11:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 23 337 1781498 termasuk-walkot-cilegon-ini-6-kepala-daerah-yang-ditangkap-kpk-dalam-3-bulan-terakhir-2g4Vur9diO.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat memberi keterangan pers (Antara)

JAKARTA – Meski dihujani kritik dari DPR, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak kendor dalam urusan kerja memberantas rasuah yang masih marak di negeri ini. Teranyat KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Banten. Hasilnya, Wali Kota Cilegon TB Iman Ariyadi diciduk petugas.

Penangkapan Wali Kota Cilegon menambah daftar kepala daerah yang diringkus KPK. Sepanjang 2017, sedikitnya sudah enam kepala daerah yang kena OTT dalam tiga bulan terakhir.

Bahkan dalam bulan ini saja, sudah tiga kepala daerah yang ditangkap. Sebelum mencokok Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, KPK sudah lebih dulu menciduk Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen. Kedua nama terakhir malah statusnya sudah tersangka dan ditahan diduga menerima suap.

Wali Kota Cilegon TB Iman Ariyadi ditangkap KPK tadi malam bersama sembilan orang lainnya termasuk kepala dinas. Penangkapan dilakukan diduga seusai mereka bertransaksi suap.

"Sejumlah pihak yang diamankan sudah dibawa ke kantor KPK dan saat ini pemeriksaan masih berjalan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (23/9/2017).

Berikut daftar kepala daerah yang kena OTT KPK sepanjang 2017:

1. Wali Kota Cilegon TB Iman Ariyadi (September)

Wali Kota Cilegon TB Imam Ariyadi ditangkap KPK bersama sembilan orang lainnya dalam OTT di Banten, Jumat 22 September 2017 hingga tengah malam tadi. KPK menyita uang diduga barang bukti suap senilai ratusan juta rupiah.

Suap itu diduga terkait proses perizinan kawasan industri di Cilegon. Namun, KPK belum mau menjelaskan lebih rinci karena pelaku yang ditangkap masih dalam pemeriksaan. Statusnya juga masih saksi, belum diputuskan jadi tersangka atau tidak.

2. Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (September)

Sepekan sebelum menciduk Wali Kota Cilegon, KPK lebih dulu menangkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Eddy ditangkap bersama dua orang lainnya yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan dan pengusaha bernama Filipus Djap dalam OTT pada Sabtu 16 September 2017.

Wakil Ketua KPK Laode Syarif dalam konferensi pers menjelaskan, Eddy diduga menerima suap Rp500 juta dari pengusaha Filipus Djap sebagai fee dari proyek pengadaan barang senilai Rp5,26 miliar. Fee Rp500 juta dibagi dalam dua termin. Termin pertama berupa Rp300 juta yang digunakan untuk melunasi mobil Alphard milik Eddy. Sedangkan termin kedua Rp200 juta diduga diserahkan jelang ditangkap KPK.

3. Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain (September)

Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, pada Rabu ‎13 September 2017. Hasilnya Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen diringkus KPK atas dugaan suap proyek infrasrtuktur.

Selain OK Arya Zulkarnaen, KPK juga menciduk tujuh orang lainnya yakni pemilik dealer mobil di Batubara, Sujendi Tarsono; Kadis PUPR Pemkab Batubara, Helman Hendardy; dua orang kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar; Staf Pemkab Batubara, AGS; pihak swasta, KHA; dan Sopir Istri OK Arya, MNR.

4. Wali Kota Tegal Siti Masitha (Agustus)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno sebagai tersangka. Bunda Sitha sapaan akrab Siti Masitha diduga menerima suap sebesar Rp5,1 Miliar dari berbagai proyek.

Bukan hanya Bunda Sitha, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Dua orang tersebut yakni, Politikus Partai Nasdem, Amir Mirza Hutagalung dan Wakil Direktur Bagian Umum dan Keuangan RSUD Kardinah, Tegal, Cahyo Supriadi.

5. Bupati Pamekasan Achmad Syafii Yasin (Agustus)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Pamekasan Achmad Syafii dan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indra Prasetya, Kamis (3/8/2017), terkait dugaan suap untuk menghentikan penanganan kasus korupsi penyelewengan dana desa.

6. Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti (Juni)

Gubernur Ridwan Mukti beserta istri ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap dari komisi proyek jalan di Bengkulu, Sabtu (20/9/2017). Istrinya Lily Martiani Maddari terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Selasa 20 Juni lalu di rumah pribadinya dengan barang bukti Rp1 miliar dalam pecahan Rp100 ribu.

Tersangkut kasus korupsi tersebut, Ridwan Mukti menyampaikan permohonan maaf dan pengunduran dirinya baik sebagai Gubernur Bengkulu maupun sebagai Ketua DPD Golkar Bengkulu

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini