Image

Menakar Skenario Dukungan Parpol dalam Pilgub Jatim

Yudhistira Dwi Putra, Jurnalis · Minggu 24 September 2017, 08:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 23 337 1781735 menakar-skenario-dukungan-parpol-dalam-pilgub-jatim-OjnBidlRDu.jpg

JAKARTA - Konstelasi politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 masih abu-abu. Meski telah muncul Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai nama terkuat, peta koalisi parpol tetap belum gamblang terlihat.

Dari banyak parpol yang ada, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) jadi yang terdepan. PKB sejak jauh-jauh hari telah mengusung nama Gus Ipul sebagai calon gubernur. Selebihnya, masih abu-abu.

Pengamat politik Universitas Airlangga (UNAIR), Airlangga Pribadi mengungkapkan, ada sejumlah skenario yang mungkin terjadi dalam konstelasi politik Pilgub Jatim dalam beberapa waktu kedepan.

Skenario pertama adalah pengusungan Khofifah oleh Partai Golongan Karya (Golkar), sebagaimana dikatakan oleh Sekjen Golkar, Idrus Marham di Jakarta kemarin, Jumat, 22 September 2017, Khofifah kemungkinan akan diusung oleh Golkar.

"Sementara Jawa Timur hampir sudah mendekati proses final dari kebijakan ini, karena selama ini Ibu Khofifah intens komunikasi," kata Idrus.

Selebihnya, Airlangga memprediksi majunya Azwar Annas, Bupati Banyuwangi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai wakil, mendampingi Gus Ipul yang lebih dulu dipastikan pengusungannya oleh PKB.

"Kelihatannya memang yang sedang menguat ini antara Gus Ipul dan Nazwar Annas. Nah dua ini kan merepresentasikan antara elektabilitas dengan potensi regenerasi politik. Annas sendiri sebagai figur pemimpin yang masih muda, ini ada kemungkinan akan ditampilkan dalam Pilgub kali ini," kata Airlangga kepada Okezone, Minggu (24/9/2017).

Lebih lanjut, Airlangga memprediksi terbentuknya koalisi antara Golkar dan Partai Demokrat. Menurut Airlangga, kubu Khofifah --jika betul terbentuk-- dapat mengusung Emil Dardak, Bupati Trenggalek yang merupakan kader Demokrat untuk maju sebagai wakil.

"Artinya misalnya Khofifah bisa mengambil juga wakil dari politisi muda. Muda, cerdas. Contohnya Emil Dardak. Emil ini kan juga bersih, muda, berprestasi dan memiliki kapasitas. Kalau Khofifah dan Emil, itu saya pikir bisa jadi pasangan yang dapat berkompetisi seru dengan Gus Ipul dan Azwar Annas," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, komposisi pemimpin tua dan muda akan menarik untuk disimak. Dua kekuatan tersebut, dikatakan Airlangga dapat bertarung sama kuat dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini