nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga! Dalam Sepekan Ratusan Hektare Lahan Ciremai Terbakar

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 13:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 23 525 1781530 astaga-dalam-sepekan-ratusan-hektare-lahan-ciremai-terbakar-pdp1B5Jb7Q.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

KUNINGAN - Lahan seluas 111,8 hektare di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tepatnya di Dusun Binakarya Pakuncen Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terbakar dalam sepekan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi tiga kali dalam sepekan yakni pada tanggal 17, 21 dan 22 September 2017 dengan total lahan yang terbakar seluas 111,8 hektare. Pada, Kamis 21 September 2017 sekira pukul 15.00 WIB, api mulai terlihat di lokasi Batu Saheng Dusun Binakarya Pakuncen Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan.

Kemudian pada pukul 18.00 WIB api mulai mendekati pemukiman warga yang jaraknya sekira 50 meter. Beruntung, kata Agus, api tidak masuk ke pemukiman warga karena terhalang kebun milik warga.

Di lokasi tersebut sekira ada 65 rumah dengan 200 jiwa. Dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Lalu, pada Jumat, 22 September 2017 pukul 07.00 WIB api mulai menyala kembali ke arah Selatan–Timur mendekati jalan pasawahan Padabeunghar. Api pun sampai ke jalan dan sekitar pukul 17.00 WIB api berhasil dipadamkan dengan menyisakan bara dari tunggak pohon yang berada di dalam lokasi yang sudah terbakar.

"Kawasan yang terbakar berupa kawasan bebatuan dengan dominan semak belukar di ketinggian antara 250–475 mdpl," ucapnya, Sabtu (23/9/2017).

Pihaknya terus berupaya dalam melakukan penanganan bencana tersebut. Ia mengaku kekurangan sejumlah kebutuhan seperti logistik, embung darurat/bak penampungan air portabel, dan Jet Shooter/Ransel air baik yang manual maupun bermesin.

Peristiwa serupa pun terjadi di wilayah Cibodas Majalengka Kota dan Leuwimunding. Untuk itu, pihak Kepolisian bersama BPBD Majalengka mendirikan pos untuk menanggulangi kebakaran tersebut. Waka Polres Majalengka, Kompol Ijang Syafei menambahkan, ada tiga tahapan dalam penanganan, yaitu prabencana, pencegahan, membangun posko, apel posko dan latihan dalam penanganan, tanggap darurat, pascabencana, rehabilitasi dan rekontruksi.

Dalam pelaksanaan kegiatan pada penanganan bencana alam sebagai komando adalah dari pihak BPBD Kabupaten Majalengka. "Kita tidak bisa bergerak sendiri, kita harus bekerja secara bersama -sama dan bersatu padu dalam penanganan pencegahan terjadinya bencana alam khususnya pada kejadian kebakaran,dalam pelaksanaan dari masing -masing instansi melaksanakan tupoksi tapi tetap untuk sebagai komandan adanya di BPBD Majalengka," tuturnya. 

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini