Image

Walah! Terjerat Suap Wali Kota Cilegon, Tersangka Dirut PT KIEC Lolos OTT KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 24 September 2017, 02:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 24 337 1781823 walah-terjerat-suap-wali-kota-cilegon-tersangka-dirut-pt-kiec-lolos-ott-kpk-pHiuMX5NrH.jpg Petugas KPK memperlihatkan uang barang bukti terkait OTT Wali Kota Cilegon. Foto Antara/Aprillio Akbar

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC) Tubagus Dony Sugihmukti diduga te‎rlibat dalam kasus dugaan suap pemulusan perizinan pembangunan Mall Transmart. Dony Sugihmukti pun telah ditetapkan tersangka oleh KPK atas kasus suap terhadap Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi, tersebut.

Namun demikian, Tubagus Dony ternyata lolos dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) lembaga antirasuah pada Jumat, 22 September 2017.‎ Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan pun meminta kepada Dirut PT KIEC tersebut untuk segera menyerahkan diri.

"Ya, yang bersangkutan belum ditangkap. Kita harapkan demikian (untuk menyerahkan diri)," kata Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (23/9/2017).

Baca Juga: Terlibat Suap Wali Kota Cilegon, KPK Segel Kantor Cilegon United Football Club hingga Kantor PT KIEC dan PT BA

Diketahui sebelumnya, tim Satuan Tugas (Satgas) KPK kembali melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat, 22 September 2017. Operasi senyap kali ini menyasar ke daerah Cilegon, Banten.

Dalam operasi senyap tersebut, satgas mengamankan sembilan orang. Sembilan orang tersebut yakni, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM), Ahmad Dita Prawira; Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo; Legal Manager PT Krakatau Industrial Cilegon (PT KIEC), Eka Wandoro Dahlan.

Baca Juga: Rasain! KPK Jebloskan Wali Kota Cilegon dan 4 Tersangka Suap Izin Pembangunan Transmart ke Penjara

Kemudian, ‎CEO Cilegon United Football Club berinisial YA; Bendahara Cilegon United Fooball Club, berinisial W; Staf YA, berinisial R; Karyawan PT KIEC, berinisial L; dan Sopir Bayu Dwinanto berinisial AH.

Sementara itu, terdapat dua orang yang menyerahkan diri ke KPK. Dua orang tersebut yakni, Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi, dan juga pihak swasta, Hendri, yang diduga sebagai perantara suap.

Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif dan dilanjutkan gelar perkara, ‎KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Keenam orang tersebut yakni, Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi; pihak swasta, Hendri; serta Kepala BPTPM Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira.

Sedangkan tiga lainnya yang diduga sebagai pihak pemberi suap yakni, Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo; Legal Manager PT Krakatau Industrial Cilegon (PT KIEC), Eka Wandoro Dahlan; serta Direktur Utama PT KIEC, ‎Tubagus Donny Sugihmukti.

Keenam tersangka tersebut diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait dengan pemulusan proses perizinan rekomendasi Analisis Mengenanai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai salah satu prasyarat perizinan pembangunan Mall Transmart.

Atas perbuatannya, Iman, Dita dan Hendry yang diduga sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Bayu Dwinanto, Dony dan Eka yang diduga selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini