nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE STORY: Atlas & Castalia, 'Senjata' Inggris Perangi Wabah Cacar di Abad ke-19

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Selasa 26 September 2017 08:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 25 18 1782564 okezone-story-atlas-castalia-senjata-inggris-perangi-wabah-cacar-di-abad-ke-19-R8YyHjLStv.jpg Atlas menjadi salah satu kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit terapung khusus pasien cacar saat wabah ini melanda Inggris pada abad ke-19. (Foto: Vintage News)

WABAH cacar membuat pemerintah dan warga Inggris kelabakan pada abad ke-15 dan 19. Sepanjang periode tersebut, wabah datang berkali-kali. Dan setiap penyebarannya menjadi lebih berbahaya dari yang sebelumnya.

Masih minimnya teknologi kedokteran dan pengobatan di masa itu membuat angka kematian akibat penyakit menular tersebut amat tinggi. Bahkan, jika pasien cacar dapat bertahan hidup, ia bisa jadi mengalami kebutaan atau harus menanggung bekas luka yang tak kunjung hilang.

Selama empat abad, cacar dengan dua varian virusnya, yaitu Variola mayor dan Variola minor, menjadi penyebab kematian utama di Eropa. Karena virus cacar menyebar melalui udara, penyakit ini tidak pandang bulu, bahkan juga menyerang keluarga Kerajaan Inggris. Pada 1562, Elizabeth I menderita cacar hingga hampir meninggal dunia. Sementara itu, pemimpin di negara lain yang juga meninggal dunia akibat cacar adalah Raja Louis I dari Spanyol (1724), Tsar Peter II dari Rusia (1730), Raja Louis XV dari Prancis (1774), dan Maximilian III Joseph, pemimpin Bavaria (1777).

Pada 1796, ilmuwan Edward Jenner menggunakan varian bovine, cowpox, untuk inokulasi virus yang dapat melawan virus cacar. Penelitian ini sekaligus menghasilkan vaksin anti-cacar. Hasil risetnya menjadikan Jenner sebagai Bapak Imunologi.

Obat Jenner berhasil mengurangi kasus penyebaran cacar di Eropa secara signifikan. Pada 1853, vaksin cacar diproduksi massal oleh Pemerintah Inggris. Tetapi, epidemi ini masih muncul di Britania pada abad ke-19. Dan pada masa itu, tidak ada rumah sakit yang mampu menampung para pasien. Mengutip Vintage News, Selasa (26/9/2017), Rumah Sakit Cacar di London, misalnya, cuma memiliki 100 tempat tidur dan hanya mampu mengakomodasi 1.000 pasien cacar.

Kapal Castalia. (Foto: Vintage News)

Pada 1867, Dewan Rumah Sakit Jiwa Metropolitan, institusi yang bertanggung jawab menangani pengobatan para pasien cacar, mengajukan dua solusi. Satu, membangun rumah-rumah sakit khusus cacar di penjuru London. Dan yang kedua, memanfaatkan kapal-kapal untuk merawat mereka yang terjangkit virus ini.

Tiga kapal yang dipakai sebagai rumah sakit mengapung adalah Atlas, Endymion dan Castalia. Atlas memiliki kapasitas 120 tempat tidur. Namun faktanya, kapal ini menjadi tempat perawatan bagi 1.000 pasien. Dari jumlah itu, 120 orang meninggal dunia.

Meski awalnya melabuhkan jangkar di Greenwich, Thames Conservancy meminta kapal-kapal itu segera pindah. Jadi, Atlas dan Endymion pindah sekira 17 mil dari Jembatan London ke Long Reach. Di sini, kapal Castalia bergabung. Castalia sendiri dibangun dengan dua rangka, untuk menghindari perputaran dan mencegah orang mengalami mabuk laut.

Salah satu barak di Kapal Atlas. (Foto: Vintage News)

Ketiga kapal ini berlabuh bersisian. Atlas dan Castalia berfungsi sebagai pusat penerimaan pasien. Atlas menerima pasien laki-laki, dan Castalia menampung pasien perempuan.

Endymion berlabuh di tengah, dengan bagian-bagian yang dibangun untuk mengurangi pergerakan dari satu kapal ke kapal lainnya. Endymion sendiri berfungsi sebagai kantor administratif dan dapur untuk menyiapkan makanan bagi para pasien.

Setelah wabah cacar ini mereda, ketiga kapal tersebut terjual dalam lelang pada 1904. Total, mereka dihargai USD10.681 (sekira Rp140 juta).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini