"Tak Ada Analisis Medis yang Menyebutkan Cula Badak Berkhasiat"

Khafid Mardiyansyah, Okezone · Senin 25 September 2017 00:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 25 340 1782219 tak-ada-analisis-medis-yang-menyebutkan-cula-badak-berkhasiat-SCuCFgqUoo.jpg foto: Illustrasi Okezone
 

UJUNGKULON - Kepala Balai Taman Nasional Ujungkulon, Kabupaten Pandeglang, Banten, Ujang Mamat Rahmat menepis anggapan bahwa cula badak berkhasiat untuk meningkatkan kejantanan.

"Tak ada satu pun analisis medis yang menjelaskan bahwa cula badak itu berkhasiat meningkatkan kejantanan atau untuk kesehatan lain, itu cuma akal-akalan orang dulu untuk membasmi badak yang dianggap hama karena merusak lahan pertanian," jelas Rahmat, Minggu (24/9/2017).

 

Seperti diketahui, adanya anggapan bahwa cula badak berkhasiat membuat perburuan hewan mamalia itu meningkat drastis. Akibatnya, salah satu spesies badak, yakni Badak Jawa hanya tersisa 67 ekor dan kini dalam status "sangat terancam punah".

Rahmat juga menyayangkan warga sekitar yang juga sempat ikut memburu Badak Jawa untuk diambil cula, gigi, kuku dan tulangnya untuk keperluan mistis.

"Mereka ambil beberapa bagian badak itu untuk jimat, padahal ya tetap saja itu gak memberi efek apapun. Sampai saat ini, belum ada orang yang memburu badak dan diambil dagingnya, setelah diburu, diambil beberapa bagian tubuhnya, kemudian ditinggal begitu saja," ulas Rahmat.

Demi meluruskan kesalahpahaman itu, Taman Nasional Ujungkulon membuat program edukasi ke sekolah-sekolah dengan tema "Rhino Goes to School".

Edukasi ini memberikan sebuah penjelasan akan pentingnya kelestarian lingkungan dan menjaga ragam flora dan fauna yang ada di dalamnya. Serta, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan keanekaragaman hayati itu untuk menambah kesejahteraan.

"Kami edukasikan bahwa kalau kita memburu badak, paling yang laku culanya, harga paling hanya 500 ribu sampai sejuta. Tapi kalau kita jaga kelestarian badak, kita bisa pamerkan ke orang lain, kita bahkan bisa usaha dari itu, semisal jadi tour guide atau menjual barang-barang souvenir," pungkas Rahmat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini