nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penembakan Kendaraan Operasional Freeport di Papua, Polisi: Mereka Pemain Lama

ant, Jurnalis · Selasa 26 September 2017 06:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 25 340 1782779 penembakan-kendaraan-operasional-freeport-di-papua-polisi-mereka-pemain-lama-8nc2lvROm5.jpg Penembakan (Foto: Dok Okezone)

Penembakan Kendaraan Operasional Freeport di Papua, Polisi: Mereka Pemain Lama
JAYAPURA - Kapolres MimikaVictor D Mackbon menyebut tidak sulit menangkap kelompok bersenjata tang menembak kendaraan operasional PT Freeport Indonesia akhir pekan lalu.
"Sebenarnya tidak sulit untuk ungkap kelompok penembakan itu. Itu hanya persoalan waktu. Kalau kita sudah tangkap satu berarti kita tahu siapa ketuanya dan sebagainya. Sudah bisa kita petakan, karena mereka itu pemain lama," kata Victor di Tembagapura, Senin (25/9/2017).
Victor juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksanaan untuk dua kasus penembakan pada 24 dan 25 September di area PT Freeport Indonesia pada tempat yang tidak berjauhan. 
Vicktor mengatakan meski terjadi kasus penembakan selama dua hari berturut-turut di area Freeport, namun belum ada penambahan personil keamanan. 
Pengamanan hanya dilakukan oleh Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital Nasional (Satgas Amole) dan satu peleton Brimob Batalion B Timika.
"Personil yang ada kita taruh di beberapa titik tertentu, untuk penambahan pasukan itu tentu tergantung dari Dansatgas Amole karena itu wilayah mereka," ujarnya. 
Selama bulan Agustus hingga September ini tercatat telah terjadi sebanyak tiga kasus penembakan yang menurut pihak kepolisian dilakukan oleh KKB.

JAYAPURA - Kapolres MimikaVictor D Mackbon menyebut tidak sulit menangkap kelompok bersenjata tang menembak kendaraan operasional PT Freeport Indonesia akhir pekan lalu.

"Sebenarnya tidak sulit untuk ungkap kelompok penembakan itu. Itu hanya persoalan waktu. Kalau kita sudah tangkap satu berarti kita tahu siapa ketuanya dan sebagainya. Sudah bisa kita petakan, karena mereka itu pemain lama," kata Victor di Tembagapura, Senin (25/9/2017).

Victor juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksanaan untuk dua kasus penembakan pada 24 dan 25 September di area PT Freeport Indonesia pada tempat yang tidak berjauhan. 

Vicktor mengatakan meski terjadi kasus penembakan selama dua hari berturut-turut di area Freeport, namun belum ada penambahan personil keamanan. 

Pengamanan hanya dilakukan oleh Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital Nasional (Satgas Amole) dan satu peleton Brimob Batalion B Timika.

"Personil yang ada kita taruh di beberapa titik tertentu, untuk penambahan pasukan itu tentu tergantung dari Dansatgas Amole karena itu wilayah mereka," ujarnya. 

Selama bulan Agustus hingga September ini tercatat telah terjadi sebanyak tiga kasus penembakan yang menurut pihak kepolisian dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini