nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alhamdulillah! Militer Filipina Klaim dalam Hitungan Pekan, Marawi Bebas dari Militan

Emirald Julio, Okezone · Selasa 26 September 2017 18:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 26 18 1783385 alhamdulillah-militer-filipina-klaim-dalam-hitungan-pekan-marawi-bebas-dari-militan-eMf6yGFlCS.jpg Foto Mayor Jenderal Carlito Galvez (Foto: Inquirer)

MARAWI – Pendudukan kelompok militan radikal di Kota Marawi disinyalir akan segera berakhir. Pasalnya, militer Filipina mengklaim wilayah tersebut akan dapat terbebaskan sepenuhnya dalam kurang dari sebulan.

“Tidak akan memakan waktu lebih dari sebulan. (Mungkin-red) akan berhari-hari atau beberapa pekan,” ujar pejabat Komando Militer Mindanao Barat, Mayor Jenderal Carlito Galvez, pada pernyataan pers, sebagaimana dikutip dari Inquirer, Selasa (26/9/2017).

Walau Galvez tidak memberikan waktu secara spesifik, ia tetap percaya operasi militer di Marawi akan berakhir sukses dalam waktu dekat. “Kita tidak bisa hanya menentukan waktu apakah akan berakhir dalam 10 hari atau mungkin dua pekan. Kita katakan seperti terakhir kali bahwa kurang lebih mungkin dua atau tiga pekan,” tuturnya.

BACA JUGA: Tegas! Duterte Tolak Mentah-Mentah Tawaran Negosiasi Militan di Marawi

BACA JUGA: Mantap! Militer Filipina Klaim Pimpinan Militan di Marawi Tewas

Saat ini fokus utama militer Filipina adalah untuk membebaskan para sandera yang masih berada dalam cengkeraman kelompok militan radikal, Maute. Pasalnya, kelompok yang dikategorikan sebagai organisasi teroris di Filipina itu diduga masih menahan 45 hingga 50 sandera di Marawi.

“Jadi untuk saat ini operasi memang sangat lambat tapi dipastikan (hal ini-red) agar para sandera tidak menjadi tawanan (tameng-red),” tegas Galvez.

Dari pernyataan tersebut saat ini diindikasikan militer Filipina tengah berusaha membebaskan para sandera. Namun Galvez enggan memberikan detailnya sebab ia khawatir hal tersebut dapat mengagalkan usaha penyelamatan yang saat ini masih terus berjalan.

BACA JUGA: Ditangkap Polisi karena Ingin Gabung Militan Marawi, Pria Singapura Sempat Coba Pergi ke Suriah

BACA JUGA: Salut! Tembak Kelompok Militan, Presiden Duterte: Saya Siap Mati bagi Filipina

Satu hal yang Galvez dapat pastikan adalah semua area strategis yang sempat dikendalikan oleh kelompok militan telah berhasil direbut kembali oleh militer Filipina. Area strategis yang dimaksud adalah Jembatan Raya Madaya, Jembatan Bayabao dan Masjid Bato.

“Kami memandang hal itu sebagai dorongan operasional mengingat semua area strategis berhasil direbut kembali,” tambah Galvez.

Hingga saat ini diperkirakan sudah lebih dari 800 orang yang kehilangan nyawanya semenjak militer Filipina dan kelompok militan radikal yang berafiliasi dengan ISIS tersebut terlibat konflik pada 23 Mei 2017. Selain menyebabkan korban jiwa dan luka, konflik itu juga membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggalnya.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini