Image

Soal Impor 5.000 Senjata Ilegal, Panglima TNI Dinilai Berbicara di Ruang Privat

Rayful Mudassir, Jurnalis · Selasa 26 September 2017, 21:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 26 337 1783570 soal-impor-5-000-senjata-ilegal-panglima-tni-dinilai-berbicara-di-ruang-privat-wG2tADw4sE.jpg Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: Okezone)

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sempat menggegerkan publik dalam sepekan terakhir. Pasalnya, rekaman dirinya yang menyebut adanya institusi yang mengimpor 5.000 senjata ilegal tersebar ke publik.

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing mengatakan, pernyataan Jenderal Gatot bukan berada di ruang publik, melainkan di ruang privat. Dengan demikian tidak ada alasan untuk menyebarluaskan informasi intelijen tersebut.

“Saya pikir yang disampaikan Jenderal Gatot disampaikan bukan di ruang publik. Ini ruang privat. Kalau dilakukan dengan homogenitas, punya tujuan sama, itu sudah masuk ruang privat,” kata Emrus dalam Diskusi Redbons ‘Mengupas Kabar Impor 5.000 Senjata Ilegal’ di Kantor Redaksi Okezone, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/9/2017).

Emrus bahkan mempertanyakan aktor di balik perekaman pidato Panglima TNI di hadapan para Jenderal dan Purawirawan TNI beberapa waktu lalu. Bahkan perekam ikut mengunggahnya ke media sosial sehingga diketahui publik.

Baca juga: Soal 5.000 Senjata Ilegal, Panglima TNI: Saya Tak Pernah Pers Rilis

“Ini ruang kebebasan ada tetapi wilayah privat kita tabrak. Di ruang privat yang tidak untuk konsumsi publik, harus steril. Harus dijamin hak privat, karena itu hak asasi,” tutur Emrus.

Panglima TNI dalam pertemuan dengan purnawirawan pekan lalu menyebut adanya institusi yang mengimpor senjata ilegal serta mencatut nama Presiden Jokowi. Kepada wartawan Jenderal Gatot tidak menanggapi pertanyaan para pewarta.

Ia menyebut tidak pernah menggelar pers rilis terkait hal itu, sehingga enggan menanggapi pernyataan tersebut. 

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini