nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hindari Letusan Gunung Agung, PVMBG Keluarkan Zona Bahaya Perlintasan Udara

Nurul Hikmah, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 19:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 27 340 1784263 hindari-letusan-gunung-agung-pvmbg-keluarkan-zona-bahaya-perlintasan-udara-hL7q9tfQ8T.jpg Gunung Agung. (foto: antara)

KARANGASEM - Pusat Vulcanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) kementrian ESDM melalui pos pantau Gunung Agung, secara resmi sudah mengeluarkan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) atau zona berbahaya bagi pesawat melintas pada Selasa 26 September 2017.

Dalam artian sejak dikeluarkannya zona larangan tersebut, pesawat harus mencari rute lain untuk menghindari bahaya jika tiba-tiba Gunung Agung meletus.

Kabid Mitigasi dan Geologi PVMBG, Kementrian ESDM, I Gede Suantika, membenarkan adanya dikeluarkannya VONA atau larangan melintas bagi pesawat terbang tersebut.

Dia menjelaskan, bahwa VONA itu dikeluarkan untuk arah perjalanan penerbangan.

"Hal ini terutama untuk menghingdari bahaya abu vulkanik yang menyebar diudara. Dimana lalulintas penerbangan di udara sangat padat dan memerlukan informasi sebaran abu vulkanik ini," terangnya di Karangasem, Rabu (27/9/2017).

Abu vulkanik ini kemudian menjadi penting bagi keselamatan dunia penerbangan.

"Karena abu itu halus sekali. Dan pada zaman dulu pesawat terbang itu tidak dilengkapi dengan radar, sehingga tidak bisa mendeteksi adanya abu gunung api,"jawabnya.

Dia menerangkan, jika pesawat masuk kedalam wilayah VONA dimana merupakan wilayah sebaran abu gunung api yang halus, maka mesin pesawat akan menyedot abu tersebut.

Kemudian abu vulkanik yang halus itu akan terkumpul dalam mesin. Jika sudah masuk dalam mesin, kemudian karena panas diatas 500 derajat, abu ini akan meleleh dan berubah menjadi gelas dan akhirnya ini akan melapisi turbin.

"Lama-lama karena menebal, turbin pesawat itu akan mati dan bisa menyebabkan kecelakaan,” terangnya. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini