nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Tak Terima Rektor Dipecat, Senat UNJ Akan Tuntut Balik

Susi Fatimah, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 10:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 27 65 1783771 waduh-tak-terima-rektor-dipecat-senat-unj-akan-tuntut-balik-RSEa9fEv2C.jpg Foto: Dok Okezone

JAKARTA - Menristekdikti Mohamad Nasir memastikan telah mencopot Rektor Universitas Negeri Prof Djaali lantaran banyak plagiarisme yang terjadi di kampus tersebut. Menristekdikti menunjuk Direktur Jenderal Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Prof Intan Ahmad, sebagai pelaksana harian.

Tak terima Rektornya dicopot, Senat UNJ bersikukuh mempertahankan sang rektor hingga periode kepemimpinanya selesai pada 28 April 2018 nanti.

Dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Rabu (27/9/2017), Senat UNJ menilai kinerja pimpinan UNJ periode 2014-2018 telah mencapai kemajuan di bidang akademik, sarana prasarana, tata kelola keuangan dan kemahasiswaan. Selain itu, pemeringkatan Kemristekdikti tiga tahun terakhir menunjukan peringkat UNJ mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, UNJ berada diperingkat 60, tahun 2016 berada diposisi 24 dan tahun ini berada diperingkat 26.

Terkait evaluasi yang dilakukan oleh Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemristekdikti, Senat UNJ merasa keberatan atas evaluasi tersebut karena belum terverifikasi kebenaranya namun sudah beredar di publik. Seharusnya, dokumen hasil evaluasi tersebut bersifat rahasia dan tidak untuk dipublikasikan. Atas insiden itu, Senat UNJ akan menuntut balik atas tersebarnya dokumen rahasia tersebut.

“Oleh karena itu, Senat UNJ menyepakati untuk siap menempuh jalur hukum demi memulihkan nama baik UNJ,” demikian bunyi poin satu dalam pernyataan sikap Senat UNJ.

Sementara terkait dugaan maraknya plagiarisme di kampus tersebut, Senat UNJ meminta kepada Kemristekdikti untuk melakukan pembinaan kepada UNJ yang lebih objektif dan akademik.

“Senat UNJ siap mendukung langkah-langkah Pascasarjana dalam hal menyiapkan dan melakukan proses pembuktian untuk mengklarifikasi dugaan terjadinya pelanggaran akademik di Pascasarjana UNJ,” demikian bunyi poin kedua dalam surat pernyataan sikap Senat UNJ.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini