nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Kurdi yang Tinggal di Australia Rayakan Hasil Referendum Kemerdekaan

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Kamis 28 September 2017 20:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 28 18 1785029 warga-kurdi-yang-tinggal-di-australia-rayakan-hasil-referendum-kemerdekaan-hJOhSlXrGv.jpg Orang Kurdi di Australia yang merayakan 92% untuk kemerdekaan Kurdistan Irak. (Foto: SBS)

SYDNEY – Meskipun hasil referendum sudah diumumkan, di mana wilayah Kurdistan Irak memilih untuk merdeka dari Irak, orang-orang Kurdi yang tinggal di Australia masih berkumpul untuk merayakan 92% pemilih yang mendukung kemerdekaan Kurdi.

Orang Kurdi yang tinggal di Australia tersebut berkumpul di sebuah pusat komunitas di Sydney pada Rabu 27 September malam untuk menggelar sebuah acara yang diadakan oleh komunitas. Pada acara tersebut, terdapat hiburan hiburan seperti musik dan tarian tradisional.

Wakil ketua komunitas Kurdi di Australia, Zirian Fatah, mengatakan bahwa peringatan tersebut telah dinanti sejak lama.

"Ini adalah perdebatan selama seratus tahun yang terus-menerus diperjuangkan, kami tidak lagi ingin melewati jalur perang," kata Fatah, seperti dilansir dari SBS, Kamis (28/9/2017).

"Kami percaya jika Perdana Menteri Irak memiliki niat baik, kita bisa menjadi tetangga yang baik dan permasalahan ini bisa diselesaikan melalui dialog dengan damai," tambahnya.

BACA JUGA: Referendum Kurdi, 92% Pemilih Inginkan Merdeka dari Irak

 Perdana Menteri (PM) Irak, Haider al Abadi, segera merespons dengan ancaman pemberlakuan embargo jaringan udara internasional jika Pemerintah Regional Kurdi (KRG) tidak menyerahkan kendali bandaranya. Ia juga meningkatkan konfrontasi dengan Kurdi dengan menutup perbatasan dan ekspor minyak Kurdistan.

"Karena mereka sudah mengancam perang, menutup bandara kita, menutup perbatasan kita, kita tidak berpikir bahwa ini cara yang konstruktif ke depan, cara untuk berdialog adalah duduk di atas meja dan tidak mengancam," ungkap Fatah.

Meskipun mendapat tekanan dari Pemerintah Irak, Fatah mengatakan tidak ada yang akan bisa menghentikan perayaan mereka dan dukungan mereka untuk kemerdekaan Kurdi.

BACA JUGA: Pasca-Referendum Kemerdekaan, Pemerintah Irak Ancam Lakukan Embargo Bandara di Kurdi

"Kami sangat berharap agar Pemerintah Australia dan masyarakat internasional dapat mendukung Kurdistan dalam usaha mencapai kemerdekaan," harap Fatah.

Sekadar diketahui, lebih dari 92% pemilih di Kurdistan Irak menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan. Menurut laporan BBC, suara mutlak itu diperoleh dari total 3,3 juta pemilih baik yang berlatar belakang suku Kurdi maupun non-Kurdi. Sebanyak 2.861.000 pemilih menyatakan ‘ya’ untuk kemerdekaan dan hanya 224.000 yang menyatakan ‘tidak’.

Hasil referendum tersebut diumumkan setelah parlemen Irak memberikan mandat bagi PM Haider al Abadi untuk mengirim tentara ke area-area yang terjadi sengketa wilayah antara suku Arab dengan Kurdi. Abadi sendiri bersikeras tidak akan mau berdialog mengenai hasil referendum yang disebutnya inkonstitusional tersebut dengan para pejabat Pemerintah Regional Kurdi (KRG).

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini