nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi Pemilu 2019, Begini Strategi Gerindra Tarik Simpati Masyarakat

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 07:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 29 337 1785287 hadapi-pemilu-2019-begini-strategi-gerindra-tarik-simpati-masyarakat-K41qIIVanm.jpg Wasekjen Gerindra Andre Rosiade (tengah) (Foto: Okezone)

JAKARTA – Partai politik akan dihadapi sebuah agenda politik yang super sibuk pada 2019 mendatang. Sebab, pada tahun itu akan dihadirkan sebuah kontestasi politik, yaitu Pilpres dan Pileg.

Sebelumnya, pada Juni 2018 juga dihelat sebuah pesta demokrasi Pilkada Serentak. Dengan agenda yang berdekatan itu diperlukan sebuah stratetegi khusus untuk memenangkan pergelaran politik tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi internal untuk mempersiapkan struktur, kader dan seluruh mesin yang ada untuk mempersiapkan tahun 2019. Kata dia, 2018 adalah pemanasan terakhir jelang pileg dan pilpres yang akan bersamaan.

“Kita minta kader-kader Gerindra yang sudah ada di DPR, DPRD tingkat satu dan dua itu bekerja maksimal untuk kepentingan rakyat agar masyarakat senang melihat kinerja mereka,” ujarnya kepada Okezone, Jumat (29/9/2017).

Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau bagi kader yang bercokol di jajaran eksekutif daerah untuk terus menjaga integritasnya agar tak ikut tertangkap dalam kasus rasuah seperti kini sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sebab, pihaknya menilai perkara kasus korupsi itu amat dibenci oleh masyarakat Indonesia.

Sehingga untuk memenangkan kontestasi politik dibutuhkan kader yang tak tersandung kasus korupsi.

“Memastikan kader yang ada di legislatif dan eksekutif menjauhi perilaku korupsi dan bekerja keras memastikan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, dengan cara memastikan bahwa kader partai berlambang burung garuda itu bersih dari kasus korupsi, maka bakal bisa meraih simpatik masyarakat. Bahkan, pihaknya juga memiliki hasrat untuk ‘mengawinkan’ kemenangan pileg dengan pilpres.

“Sehingga Gerindra menjadi partai pemenang pemilu di 2019 di pileg maupun Pak Prabowo menjadi presiden,” tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini