Sempat Menyatakan Akan Mundur dari Ketua DPD Golkar Jabar, Ini Klarifikasi Dedi Mulyadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 29 September 2017 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 525 1785862 sempat-menyatakan-akan-mundur-dari-ketua-dpd-jabar-ini-klarifikasi-dedi-mulyadi-NMFlQoSR7n.jpg Dedi Mulyadi mengklarifikasi pernyataannya soal akan mundur dari Ketua DPD Jabar (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklarifikasi pernyataannya yang akan mundur dari jabatannya jika tidak diusung partai berlambang pohon beringin untuk menjadi Calon Gubernur (Cagub) Pilkada Jawa Barat.

Dedi membenarkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya. Namun demikian, rencana pengunduran dirin‎ya tersebut bukan karena permasalahan dukungan untuk Pilkada Jawa Barat.

"Jadi sebenarnya bukan soal enggak dapat tiket maju (Pilkada Jawa Barat)," kata Dedi usai bertemu Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakri di gedung Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).

Menurut Dedi, dirinya akan mundur dari jabatannya apabila pencalonan sebagai Gubernur Jawa Barat dapat menimbulkan kekisruhan di internal Partai Golkar.

"Jadi pernyataan saya itu, apabila saya mencalonkan sebagai Gubernur, satu, membuat Golkar menjadi kisruh, dua, menurunkan elektabilitas partai, dan tiga tidak membawa kebaikan pada Golkar dan masyarakat, maka saya mundur," terangnya.

Dan terkait adanya permintaan mahar politik Rp10 miliar kepadanya, Dedi mengatakan, DPP Golkar akan membahas permasalahan tersenbut usai Golkar melewati masa-masa berat yang dialami akhir-akhir ini.

"Tanggapan DPP nanti dibahas setelah kita melewati masa-masa berat seperti hari ini," kata Dedi.

Partai Golkar tengah menghadapi berbagai permasalahan berat yang salah satunya yakni, ditetapkannya Ketua Umum partai berlambang pohon beringin tersebut, Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Menurut Dedi, pelaporan terkait adanya permintaan mahar politik tersebut dilaporkan sejak lama. Namun demikian, dia enggan menyebut siapa orang yang telah memintanya memberikan mahar politik Rp10 Miliar untuk direkomendasikan partainya di Pilkada ‎Jawa Barat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini