nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantap! Menuntut Ilmu Tak Mengenal Usia, Djoko Lulus Doktor Usia 58 Tahun dengan IPK 4

Susi Fatimah, Jurnalis · Senin 02 Oktober 2017 08:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 29 65 1785431 mantap-menuntut-ilmu-tak-mengenal-usia-djoko-lulus-doktor-usia-58-tahun-dengan-ipk-4-yRyj327tn3.jpg Foto: Dok ITS

JAKARTA - Tak ada batasan usia dalam menuntut ilmu. Hal itu lah yang dilakukan oleh Djoko Irawan MS. Di usianya yang tidak muda lagi yakni 58 tahun, Djoko -sapaan akrabnya- masih mau belajar dan berhasil meraih gelar doktor Teknik Sipil sekaligus menjadikannya lulusan tertua dalam gelaran wisuda ke-116 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Seperti dilansir dari laman ITS, Senin (2/10/2017), Djoko mengaku kesuksesannya di bangku kuliah berkat perjuangan dan ketekunanya. Harus diakui banyak rintangan dalam menjalani perkuliahanya, salah satunya ia tidak lagi mampu untuk belajar semalaman suntuk seperti kebiasaan mahasiswa saat ini. Namun ketekunan membantunya menutupi celah tersebut.

"Belajar itu tergantung diri sendiri, saya hanya mencoba tekun terhadap apa yang telah saya mulai," terang Djoko.

Tak berhenti disitu, perjuangan Djoko terus diuji disaat harus membagi waktu antara kuliah, mengajar dan melakukan riset. Selain itu, ia juga harus melakukan pekerjaan tambahan sebagai konsultan dan membagi waktu untuk keluarga.

"Karena saya kuliah dengan biaya pribadi jadi tetap harus mencari pekerjaan tambahan, meskipun jumlahnya tidak sebanyak saat sebelum mengambil program doktor," kenang mantan kepala Laboratorium Struktur Departemen Teknik Sipil tersebut.

Ia pun memutar otak, saat pagi hingga sore di kampus benar-benar ia manfaatkan untuk dapat menyelesaikan tugas dan risetnya sebagai mahasiswa doktor, serta untuk memenuhi kewajibannya sebagai tenaga pengajar.

Selain itu profesinya sebagai dosen diakui Djoko membuat ia tidak kesulitan saat harus belajar kembali, meskipun rentang waktu dengan program magisternya dulu berjarak sekitar 20 tahun.

"Di sinilah keuntungannya mengajarkan orang lain, ilmunya akan terus diperbaiki sehingga tidak hilang," ucapnya.

Ketekunan dan komitmenya dalam menjalankan perkuliahan mengantarkan Djoko lulus membawa IPK sempurna yakni 4,0.

Meski sempat mengambil cuti satu semester karena terkendala dana untuk riset, Djoko tetap mampu menjadi salah satu mahasiswa dengan kelulusan tercepat diantara rekan-rekannya yang jauh lebih muda.

Pria yang juga merupakan anggota band alumni-mahasiswa-dosen (Almados) ini pun saat ini sedang berusaha untuk mematenkan hasil disertasinya berupa plat beton persegi dan plat beton segitiga. Di samping itu, ia sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar gelar guru besar, meskipun jarak usianya dengan batas akhir usia pengajuan guru besar sudah sangat dekat.

"Waktu saya sampai batas akhir pengajuan guru besar tinggal empat tahun lagi, saya akan berusaha semaksimal mungkin," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini