nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diawasi Ketat! Kopertis Pantau 3 Kampus Bermasalah di Sumatera Utara

Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 14:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 29 65 1785512 diawasi-ketat-kopertis-pantau-3-kampus-bermasalah-di-sumatera-utara-SU7lDSCiEl.jpg Foto: Shutterstock

MEDAN - Kopertis Wilayah I Sumatera Utara terus melakukan pembinaan secara serius terhadap tiga perguruan tinggi swasta karena mendapat sanksi dari Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti.

Ketua Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto mengatakan, ketiga perguruan tinggi swasta (PTS) itu, yakni Sekolah Tinggi Kesehatan Sumatera Utara (STIKes Sumut), Universitas Alwashliyah Medan (Univa Medan), dan Universitas Alwashliyah Labuhan Batu.

Ketiga PTS tersebut mendapat sanksi sejak Agustus 2017, dan diberikan waktu selama enam bulan untuk memperbaiki berbagai pelanggaran yang telah dilakukan.

"Jika selama enam bulan itu, PTS tersebut tidak sanggup melaksanakan penataan, maka bisa saja akan diberikan sanksi yang lebih tegas lagi dengan cara pencabutan izin," ujar Armanto.

Ia menyebutkan, hal tersebut perlu menjadi perhatian yang serius bagi tiga PTS itu sehingga harus melaksanakan berbagai ketentuan yang telah diperintahkan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti.

Kopertis Wilayah I Sumut, dalam hal ini hanya bertugas melakukan pengawasan dan memonitor segala kegiatan, serta perkembangan yang telah dilakukan tiga PTS dianggap bermasalah itu.

"Kopertis tetap proaktif memantau PTS itu, karena hal ini merupakan tugas dan tanggung jawab institusi," ucapnya.

Armanto mengatakan, STIKes Sumut diberikan sanksi administratif, karena melakukan relokasi kampus dari Kabanjahe ke Kota Medan tanpa memperoleh Izin dari Kemristekdikti.

Perkuliahan di STIKes Sumut diminta dihentikan, dilarang menerima mahasiswa baru, dilarang melakukan wisuda mahasiswa, serta memindahkan mahasiswa yang ada ke kampus yang tidak bermasalah.

"Jika ketentuan itu dilanggar STIKes Sumut, maka Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti akan mencabut seluruh ijazah yang pernah dikeluarkan oleh kampus tersebut," katanya.

Sedangkan pelanggaran yang dilakukan oleh Univa Medan dan Universitas Alwashliyah Labuhan Batu karena dianggap memiliki dua orang rektor yang tidak dibenarkan.

Univa Medan dan Universitas Alwashliyah Labuhan Batu, juga tidak diperbolehkan menerima mahasiswa baru dan melaksanakan wisuda yang harus dipatuhi.

"Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti meminta kepada Pengurus Alwashliyah untuk dapat menyelesaikan terjadinya dua rektor pada PTS tersebut," kata Prof Dian.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini