nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mari Awasi Pilkada NTT 2018, kalau Temukan Pelanggaran Laporkan ke Sini

Adi Rianghepat, Jurnalis · Senin 02 Oktober 2017 16:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 02 340 1787143 mari-awasi-pilkada-ntt-2018-kalau-temukan-pelanggaran-laporkan-ke-sini-69Ri15Mf3F.jpg Ilustrasi (shutterstock)

KUPANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur, membuka pojok pengawasan sebagai wadah pengaduan masyarakat atas segala bentuk pelanggaran yang terjadi saat pelaksanaan pemilihan gubernur serta kepala daerah di 10 kabupetan dan kota di NTT pada 2018.

"Selain untuk kepentingan pemilihan gubernur, pojok pengawasan itu juga dimanfaatkan untuk pengaduan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di 10 kabupaten provinsi berbasis kepulauan yang pelaksanaannya dilakukan serentak itu," kata Komisioner Bawaslu NTT, Jemris Fointuna di Kupang, Senin (2/10/2017).

Dia menjelaskan, pojok pengawasan itu bertujuan agar masyarakat bisa melapor atau menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan proses dan pelaksanaan pesta demokrasi rakyat lima tahinan itu untuk menghindari kemungkinan kecurangan yang dilakukan para pihak.

"Bawaslu ingin memberi wadah kepada masyarakat menyampaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pemilu di daerah ini," katanya.

Selama ini, kata dia, masyarakat tidak bisa menyampaikan keluhan ataupun laporan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan tahapan pelaksanaan pilkada karena tidak ada ruang yang disiapkan. Apalagi, dalam tahapan pilkada hampir semua tahapannya tergolong rawan pelanggaran, termasuk saat penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

Dia berharap, dengan adanya pojok pengawasan ini, masyarakat lebih pro aktif untuk ikut berpartisipasi dalam mengawasi setiap tahapan pelaksanaan pemilu dengan memberikan laporan tentang masalah-masalah yang ditemui di lapangan.

Pada 2018, di provinsi selaksa nusa itu akan menggelar pilkada serentak di 10 kabupaten, termasuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT untuk periode 2028-2023. Saat ini persiapan masing-masing partai politik untuk mengusung para calon gencar dilakukan. Termasuk upaya bangun komunikasi antarpartai untuk mencari teman koalisi.

Sejauh ini sejumlah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang sudah dimunculkan partai-partai masing-masing Gerindra dan PAN mengusung Esthon Foenay-Christian Rotok, Partai Demokrat dengan memunculkan Beny K Harman hingga kini masih berjibaku menggalang koalisi dan bakal calon wakilnya.

Koalisi NasDem dan Golkar memunculkan Jacky Ully - Melky Lakalena serta PDIP yang masih berproses secara internal dengan sejumlah kader masing-masing Raymundus Sau Fernandes, Kristo Blasin serta Daniel Tagu Dedo. Sementara Hanura masih menanti hasil komunikasi dengan partai lainnya mendukung koalisi dengan usungan kader Ibrahim Agustinus Medah.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini