nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perairan Teluk Bayur Tercemar 50 Ton Minyak Sawit, Pemerintah Diminta Hukum PT Wira

Rus Akbar, Jurnalis · Senin 02 Oktober 2017 19:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 02 340 1787257 perairan-teluk-bayur-tercemar-50-ton-minyak-sawit-pemerintah-diminta-hukum-pt-wira-HhlzQjcyZ7.jpg Perairan Teluk Bayur Padang tercemar minyak sawit (foto Walhi Sumbar/Okezone)

PADANG - Perairan sekitar Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat, tercemar minyak sawit yang tumpah akibat bocornya pipa milik PT Wira Inno Mas. Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menuntut pemerintah segera memberikan sanski tegas kepada perusahaan tersebut.

“Kami mendesak pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya, untuk segera memberikan sanksi kepada PT Wira Inno Mas karena mereka lalai dan tidak serius memperhatikan tanggung jawab lingkungannya,” tegas Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan, Susan Herawati, Senin (2/10/2017).

Diperkirakan 50 ton minyak sawit mentah milik PT Wira Inno Mas tumpah ke laut dan mencemari perairan Teluk Bayur. Tumpahan minyak sawit mentah akan berdampak terhadap hancurnya biota laut yang berada di perairan dangkal wilayah ini.

Menurut Susan, minyak sawit akan memberikan dampak buruk bagi seluruh flora dan fauna yang ada di pesisir, baik ikan, rumput laut, karang, burung pemakan ikan, dan seluruh rantai makanan yang terhubung dengannya.

(Baca juga: 50 Ton Minyak Sawit Tumpah di Perairan Teluk Bayur Padang, PT Wira Terancam Disanksi)

“Dalam jangka waktu yang cukup lama, cemaran minyak sawit akan menghancurkan ekosistem pesisir Teluk Bayur, maka yang paling terdampak kelak adalah masyarakat pesisir khususnya nelayan dan perempuan nelayan” ungkapnya.

Cemaran minyak sawit mentah juga menganggu nelayan tradisional di Kecamatan Kecamatan Padang Selatan yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas melaut. “Pusat Data dan Informasi Kiara mencatat setidaknya ada 1.000 nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya pada laut. Cemaran minyak sawit mentah ini jelas-jelas menggangu kehidupan mereka,” ungkap Susan Herawati.

Teluk Bayur (foto Walhi Sumbar)

Susan menambahkan, PT Wira Inno Mas telah melanggar dua peraturan perundangan sekaligus, yaitu: pertama, Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; dan kedua, Undang-Undang No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Pemerintah daerah harus segera mengevalusi izin PT Wira Inno Mas. Selain itu, Perusahaan yang berdiri sejak Mei 2008 ini memiliki kewajiban untuk melakukan pemulihan lingkungan pesisir Teluk Bayur sampai kembali normal sekaligus memberikan ganti rugi bagi nelayan yang terganggu aktivitas ekonominya.

“Berdasarkan dua Undang-Undang yang disebutkan tersebut, Pemerintah harus segera mengevaluasi izin PT Wira Inno Mas, meminta mereka untuk segera melakukan pemulihan pencemaran dan memberikan ganti rugi kepada nelayan di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat,” terangnya.

Minyak sawit mentah tersebut tumpah pada Jumat 29 September 2017 akibat selang milik PT Wira Inno Mas bocor. Pihak perusahan mencoba membersihkan air laut yang tercemar, namun banyak juga yang mengembang ke perairan lain.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang menilai, perusahaan itu telah lalai dalam mengontrol alat operasional perusahaan. Sanksi pencabutan izin dianggap bisa diberlakukan sesuai dengan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Sesuai dalam aturan itu, sanksi bisa dalam bentuk pencabutan izin lingkungan dan pemberhentian operasional perusahaan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, El Amin.

Sementara Humas PT Wira Innomas, Gunawan mengatakan akibat kebocoran tersebut jumlah minyak yang tumpah ke laut diperkirakan mencapai 50 Ton. “Kita masih menyelidiki kebocoran pipa tersebut. Ini merupakan bencana bagi kami,” katanya pekan lalu.

Agar areal terdampak tidak meluas, PT Pelindo Teluk Bayur mengerahkan dua unit oil boom masing-masing sepanjang 250 meter untuk membersihkan minyak sawit yang tumpah ke laut.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini