Banyak Ditolak Sekolah, Sukabumi dan Depok Terendah dalam Capaian Imunisasi MR di Jabar

Apriyadi Hidayat, Okezone · Rabu 04 Oktober 2017 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 04 525 1788775 banyak-ditolak-sekolah-sukabumi-dan-depok-terendah-dalam-capaian-imunisasi-mr-di-jabar-lYDb95eDkJ.jpg Imunisasi MR. (Apriyadi H/Okezone)

DEPOK - Hingga akhir September 2017, tingkai capaian imunisasi serentak Meases Rubella (MR) di Jawa Barat mencapai 92,46% dari proyeksi 92,58%. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dari target nasional yaitu 95 persen. Empat daerah yang masih jauh dari target (di bawah 85%) adalah Kabupaten Sukabumi (74,47%), Kota Depok (80,88%), Kota Bekasi (82,67%), dan Kabupaten Bandung Barat (83,23%).

Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Jawa Barat, Yus Ruseno, mengatakan, untuk mengejar target nasional 95%, Kementerian Kesehatan pun memperpanjang masa imunisasi hingga 14 Oktober mendatang.

”Kami akan melakukan penyisiran, termasuk menggenjot daerah-daerah yang tingkat imunisasi MR-nya masih rendah seperti Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bandung Barat. Salah satu fokus penyisiran adalah sekolah-sekolah,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/10/2017).

Berdasarkan data yang dimilikinya, masih ada sekolah-sekolah yang menolak siswa-siswanya diimunisasi. ”Ada 20 persen sekolah yang masih menolak imunisasi. Ini yang akan kami dekati kembali. Orang tua murid masih ragu apakah vaksin itu halal atau haram. Selain itu, ada yang ingin imunisasi bagi anaknya dilakukan dokter spesialis, bukan puskesmas. Untuk itu, kami memfasilitasi bagi dokter spesialis anak untuk melakukannya agar target tercapai. Tinggal nanti didata,” jelasnya.

Yus juga memaparkan hal lain yang menjadi hambatan selama masa imunisasi MR yaitu munculnya kampanye negatif termasuk opini negatif. Seperti tersiar kabar seorang anak yang dikabarkan lumpuh, bahkan ada yang meninggal, tak lama setelah diimunisasi.

”Setelah ditelusuri oleh tim dokter ahli, ternyata penyebabnya bukan imunisasi MR,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab UNICEF Arie Rukmantara, mengatakan bahwa salah satu wilayah yang sudah mencapai target nasional 95% adalah Jawa Timur dengan jumlah sasaran lebih dari 9 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Menurut Arie, hal tersebut tak terlepas dari peran kepala daerah yang aktif mengampanyekan pentingnya imunisasi MR. “Kesuksesan itu juga tak lepas dari kiprah komunitas warga hingga PKK-nya yang tak lelah mengampanyekan tentang pentingnya imunisasi MR. Kerja sama yang baik antara pemerintah dan warganya menjadi kunci keberhasilan sebuah program, salah satunya imunisasi MR ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Arie, peran para ulama dari MUI juga sangat membantu edukasi di masyarakat. Para ulama terus menyakinkan warga tentang kehalalan vaksin MR. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini