nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaga Perbatasan, Otoritas Keamanan India Dilematis Hadapi Pengungsi Rohingya dan Sapi, Kok Bisa?

Emirald Julio, Jurnalis · Kamis 05 Oktober 2017 16:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 05 18 1789380 jaga-perbatasan-otoritas-keamanan-india-dilematis-hadapi-pengungsi-rohingya-dan-sapi-kok-bisa-5GBciEa3yi.jpg Foto anggota BSF yang mengumpulkan sapi yang akan diselundupkan ke perbatasan India-Bangladesh (Foto: Reuters)

KOLKATA – Saat ini otoritas keamanan India disebut tengah mengalami kondisi dilema. Pasalnya, di satu sisi mereka harus menahan gelombang masuknya pengungsi Rohingya di perbatasan dengan Bangladesh, sedangkan di sisi lainnya mereka juga harus menekan jalur penyelundupan sapi.

Sudah ada lebih dari 500 ribu warga etnis Rohingya yang lari ke Bangladesh demi menghindari persekusi dan kekerasan yang membayangi Rakhine State semenjak akhir Agustus 2017. Namun terdapat indikasi bahwa ada sejumlah warga etnis Rohingya yang bertujuan untuk mengungsi di India.

Karena itu Pemerintah India pun berusaha melakukan kebijakan untuk menekan gelombang pengungsi Rohingya. Para penjaga perbatasan India disebut mendapatkan perintah untuk menggunakan metode yang keras demi mencegah mereka masuk yang salah satunya menggunakan granat kejut serta semprotan merica.

Baca Juga: Sekjen PBB: Aung San Suu Kyi Punya 1 Kesempatan Terakhir untuk Akhiri Krisis Rohingya

Baca Juga: Kisah Warga Rohingya yang Harus Mengemis Belas Kasihan agar Tak Dibunuh

Namun perintah tersebut ternyata juga memicu masalah sendiri. Sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (5/10/2017), pemerintah nasionalis Hindu juga memiliki perintah khusus untuk para penjaga perbatasan. Perintah itu berbunyi untuk menjaga sapi yang dianggap suci di India berhenti diselundupkan ke Bangladesh untuk disembelih.

Pejabat pasukan perbatasan India atau Border Security Force (BSF) yang tak disebutkan namanya menyebut bahwa sangat sulit untuk menghentikan sapi dan manusia di waktu sama. “Tugas kolektif untuk menyita ternak dan mendorong keluar Rohingya menimbulkan dampak negatif pada moral pasukan kami. Kami harus menyampaikan pesan ini ke pejabat tertinggi di pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga: Innalillahi.. Rebutan Bantuan, 3 Warga Rohingnya Tewas Terinjak-Injak

Baca Juga: Pengungsi Rohingya di Bangladesh Diklaim Terancam Nyawanya, Kok Bisa?

Kabar tersebut diklaim sudah diterima oleh Kementerian Dalam Negeri India. Pejabat yang enggan diindetifikasikan itu menyatakan kepada Reuters bahwa otoritas keamanan saat ini tengah berusaha menangani kekhawatiran pasukan perbatasan tersebut.

Keputusan keras itu sebenarnya merupakan sejalan dengan kebijakan pemerintah India terkait pengungsi Rohingya. Sebab India saat ini ingin mendeportasikan 40 ribu pengungsi Rohingya yang sudah berada di sana dengan mengklaim mereka sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.  

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini