nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Upacara Purnama Kapat, Pengungsi Gunung Agung Ramai-Ramai Pulang ke Rumah

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 05 Oktober 2017 13:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 05 340 1789282 ada-upacara-purnama-kapat-pengungsi-gunung-agung-ramai-ramai-pulang-ke-rumah-NzfblL0NL2.jpg Pengungsian di GOR Swecapura Klungkung (Sukis/Okezone)

KLUNGKUNG – Umat Hindu di Bali hari ini menggelar upacara (piodalan) Purnama Kapat. Suasana di pengungsian GOR Swecapura, Klungkung pun benar-benar sepi, karena sebagian besar warga sekitar Gunung Agung kembali ke rumahnya untuk sembahyang.

Tenda-tenda di pengungsian GOR Swecapura kini hanya dihuni ibu-ibu dan anak-anak. Bahkan ada satu tenda yang hanya ada satu orang saja. Sementara kaum pria banyak yang kembali ke rumah untuk sembayang Purna Kapat.

I Gusti Sarining, warga Desa Muncan, Karangasem yang mengungsi ke GOR Swacapura mengaku, ia masih tinggal di tenda karena orangtuanya pulang ke rumah mengadakan upacara Purnama Kapat. Meski Desa Muncan masuk wilayah kawasan rawan bencana (KRB) III letusan Gunung Agung, warga tetap nekat pulang.

"Yang lain pada pulang untuk sembahyang. Saya tidak ikut pulang karena jaga barang-barang," katanya, Kamis (5/10/2017).

Menurutnya, para orang tua dan saudara-saudaranya akan kembali ke pengungsian setelah upacara selesai.

Nyoman Wanten pengungsi lainnya mengatakan, banyak warga meninggalkan titik pengungsian untuk sembahyang di pura desa dan rumahnya masing-masing. "Memang bisa kami sembahyang atau mengadakan upacara kami di sini, tapi kurang srek. Kurang enak, makanya beberapa keluarga kami pulang," ujarnya.

Sementara Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sudiana mengimbau, agar warga Karangasem dan masyarakat lainnya untuk sembahyang saja pengungsian atau di tempat aman.

Ia meminta warga tak menggelar Purnama Kapat di Pura Besakih yang masuk dalam zona merah Gunung Agung. "Lebih baik menggelar upacara di pengungsia saja. Pada dasarnya atau hakikatnya doa di mana saja itu sama," terangnya.

Pura Basakih masuk zona merah Gunung Agung berdasarkan pemetaan BVMKG. “Jangan sampai umat itu sampai lengah. BVMKG sudah memberikan peringatan lebih baik umat sembahyang dipengungsian saja," tuturnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini