Pelarangan Cadar Jadi Polemik, Rektor UNS: Surat Edaran Dibuat Tergesa-gesa

Bramantyo, Okezone · Kamis 05 Oktober 2017 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 05 65 1789535 pelarangan-cadar-jadi-polemik-rektor-uns-surat-edaran-dibuat-tergesa-gesa-BTlLiku5ZI.jpg Foto: Bramantyo/Okezone

SOLO - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Ravik Karsidi angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait Surat Edaran tentang Tata Tertib Berpakaian di Fakultas Pertanian UNS dengan Nomor: 2702/UN27.07/HK/2017.

Dimana dalam surat edaran tersebut salah satunya berisi peraturan yang mewajibkan mahasiswanya memperlihatkan wajah secara utuh demi kelancaran aktivitas perguruan tinggi dan kejelasan identitas mahasiswa.

Selain itu, ada peraturan lain yang juga harus dipatuhi yakni melarang para mahasiswanya memakai kaos oblong, sandal, dan celana jeans yang tidak pantas juga berpakaian ketat dan berambut potongan ala punky.

"Bahwa surat edaran ini (terkait tata tertib berpakaian di Fakultas Pertanian UNS) akan kami evaluasi," jelas Ravik saat menggelar jumpa pers di ruang Rektorat UNS, Kamis (5/10/2017).

Ravik mengatakan, alasan dilakukan evaluasi karena surat edaran tersebut dibuat secara terpisah-pisah. Contohnya, ungkap Ravik, surat tersebut tertanggal 20 September 2017 di dalam klausul disebutkan berdasar pada hasil konsultasi sidang pleno senat, fakultas dan universitas tanggal 27 September 2017.

"Secara aturan hukum surat menyurat sebenarnya sudah pasti surat ini tidak sah untuk mengatur suatu aturan terkait peraturan tata tertib berpakaian di Fakultas Pertanian UNS," tegas Ravik.

Selanjutnya mengacu pada peraturan Rektor Nomor 582 Tahun 2016 disebutkan Bab 18 Pasal 27 ayat 4 dan 5. Acuannya berhubungan dengan penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan program sarjana.

Dalam Bab 18 itu berisi tentang etika akademik, khusus Pasal 27 ayat 4 dan 5 diantaranya berbunyi dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa wajib mentaati etika akademik yang berlaku di universitas yang meliputi etika bertutur kata, bersikap, berpakaian dan berprilaku.

"Dosen yang melanggar kode etik ini dan mahasiswa yang melanggar tata kehidupan mahasiswa akan mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," terang Ravik.

Sementara terkait etika akademik sebagaima dimaksud pada ayat di atas akan diatur tersendiri. Karena itu diterbitkan dan ditandatangani pada 8 Agustus 2016 sampai sekarang pihaknya bersama senat belum mengatur tentang seperti apa harus berpakaian di UNS.

"Mungkin maksud dari Fakultas Pertanian berusaha untuk menerjemahkan ini tadi tapi ternyata saya lihat pertama dibuat tergesa-gesa sehingga menghasilkan sesuatu yang belum maksimal," pungkas Ravik.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini