nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inalillahi, Bocah 8 Tahun Meninggal saat Jalani Operasi Pemasangan Pen di Kaki

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 13:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 06 340 1790015 inalillahi-bocah-8-tahun-meninggal-saat-jalani-operasi-pemasangan-pen-di-kaki-1NyK0yeFfg.jpg Bocah 8 tahun meninggal saat jalani operasi pemasangan pen idi kakinya (Foto: Sigit/iNews)

KOTAWARINGIN BARAT - Kesedihan masih menyelimuti kediaman keluarga murid SD Mendawai 1 kelas 2 bernama Muhammad Zacky Arya Pratama (8), warga Jalan Perwira RT 6, Gang Sedap Malam 1, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan.

Putra tunggal pasangan Dedi Hari Priyadi (31) dan Riyana (28) ini meninggal dunia setelah menjalani operasi pemasangan pen di kaki sebelah kanan karena patah setelah mengalami kecelakaan. Zacky meninggal di rumah sakit pada Rabu 4 Oktober 2017, sekira pukul 18.15 WIB.

“Jadi anak saya ini pada Maret 2017 mengalami kecelakaan dan kaki sebelah kanannya patah. Karena ketiadaan biaya, kami hanya mengobati secara alternatif dengan cara di gypsum saja. Dan sehat seperti biasa meski jalannya tidak normal,” ujar ayah korban, Dedi di rumahnya, Jumat (6/10/2017).

Ia melanjutkan, pada Juni 2017 Zacky kembali jatuh saat bermain dan kakinya kembali mengalami sakit. Sehingga kembali dilakukan pengobatan di alternatif. “Sempat tidak sekolah satu bulan untuk memyembuhkan penyakit di kakinya, bulan Juli masuk sekolah lagi. Anaknya ceria sekali tidak ada keluhan sama sekali,” terangnya.

Singkat cerita, pada 28 September 2017 guru kelas Zacky menyampaikan kepadanya untuk memeriksakan kaki Zacky ke Rumah Sakit supaya dipasang pen di kakinya. “Guru Zacky bilang lebih baik dipasang pen di kakinya, karena kasihan melihat Zacky saat jalan. Dari situ saya langsung kontrol ke rumah sakit sambil membawa rontgen yang dulu,” ujarnya.

Kemudian pada Selasa 3 Oktober 2107, Zacky masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk proses operasi pemasangan pen. “Saat itu kami urus dengan BPJS mendapat kelas 3 di ruang perawatan Meranti RSUD Sultan Imanuddin, baru pada Rabu pukul 09.00 WIB rencannya baru bisa dioperasi. Dan sejak malam, Zacky diminta puasa dulu,” kata Dedi.

Ie menambahkan, operasi baru dilakukan pada pukul 13.30 WIB karena ruang operasi antre. “Sejak awal operasi saya sedikit merasakan keanehan, seperti tidak ada persiapan yang matang. Tidak menyiapkan darah. Tidak dicek dulu kondisi anak saya langsung main bawa ke ruang operasi, operasi selesai pada pukul 15.30 WIB. Saat itu dokter bilang operasi sudah selesai dan saya diminta menebus darah O plus di bank darah rumah sakit,” jelasnya.

Dirinya kemudian bergegas ke bank darah untuk menebus darah tersebut, namun dirinya diminta bersabar karena menunggu stok datang.

“Pada pukul 16.30 WIB darah juga tak kunjung datang dan saya kembali masuk ke ruang operasi dan sempat berkomunikasi dengan Zacky hanya sepatah dua patah kata yang dilontarkan Zacky, “mana mamak?” saya jawab Mamak di luar belum boleh masuk. Salah satu perawat bilang kalau pembuluh darah Zacky ada yang pecah,” ujar Dedi.

Sekira pukul 17.00 WIB kondisi Zacky tiba-tiba drop dan langsung dilarikan ke ruang ICU rumah sakit. Zacky tak sadarkan diri secara mendadak dan wajahnya sudah pucat. “Saat di ICU, Mamaknya yang menemani, tapi Zacky sudah tidak sadar. Pada pukul 18.00 WIB kondisi Zacky kritis dan sempat dibantu dengan alat tekan jantung namun akhirnya meninggal dunia pada pukul 18.15 WIB,” kata Dedi.

Hingga saat ini belum ada penjelasan secara medis penyebab meninggalnya Zacky. Pihak keluarga merasa kecewa dengan pihak Rumah Sakit. Dan rencananya keluarga akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

Sementara itu Plt RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Ahmad Fauzan saat dikonfirmasi, masih belum banyak berkomentar saat dicecar pertanyaan.

“Rencana RS akan menfasilitasi pertemuan orangtua dengan dokternya untuk mendapatkan penjelasan tentang kronologisnya dalam waktu dekat. Jadi dari RS hanya bisa menyampaikan hal tersebut untuk sementara,” ujar Fauzan usai menghadiri rapat di DPRD Kobar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini