Saudi Anggap Laporan PBB soal 683 Anak Korban Perang di Yaman Menyesatkan

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 07 Oktober 2017 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 07 18 1790603 saudi-anggap-laporan-pbb-soal-683-anak-korban-perang-di-yaman-menyesatkan-pSqxhGbmx4.jpg Anak-anak Yaman memandangi sekolah mereka yang hancur akibat perang saudara (Foto: Ahmed al Basha/AFP)

NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa 683 orang anak-anak menjadi korban perang di Yaman akibat ulah pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Tak pelak, Arab Saudi pun meradang atas laporan yang disebut tidak akurat dan menyesatkan itu.

BACA JUGA: PBB Meradang, 683 Anak Jadi Korban Perang di Yaman 

“Kami menerapkan tingkat kehati-hatian dan pencegahan maksimal untuk menghindari jatuhnya korban di pihak warga sipil,” tegas Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdallah al Mouallimi, di Markas Besar New York, Amerika Serikat (AS), mengutip dari Reuters, Sabtu (7/10/2017).

Dalam laporan yang diberikan kepada Dewan Keamanan PBB pada Kamis 5 Oktober, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres memasukkan aksi koalisi Saudi tersebut ke dalam daftar hitam. Padahal, pria asal Portugal itu sebelumnya mengatakan Riyadh sudah bertindak untuk melindungi anak-anak.

“Kerajaan Arab Saudi dan koalisi menegaskan bahwa kami mengambil langkah penting untuk melindungi warga sipil selama operasi militer untuk mengakhiri penderitaan warga Yaman serta meminimalisir korban kemanusiaan,” sambung al Mouallimi.

“Kami menolak informasi dan data tidak akurat serta menyesatkan yang terdapat di laporan tersebut. Kami menyatakan sangat keberatan tanpa mengurangi rasa hormat terhadap informasi tersebut,” tandasnya.

Koalisi Arab Saudi sempat dimasukkan ke dalam daftar hitam PBB pada 2016, tetapi segera dihapus oleh mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu hasil peninjauan kembali. Meski demikian, Ban menuduh Arab Saudi melakukan tekanan yang tidak dapat diterima agar pihaknya dicabut dari daftar hitam tersebut.

BACA JUGA: Ya Ampun! Lebih dari 5 Ribu Orang Tewas Akibat Perang di Yaman

Kondisi di Yaman semakin parah sejak perang saudara meletus pada Maret 2015 antara militer dengan pemberontak Houthi. Militer Yaman didukung penuh oleh koalisi Arab Saudi sementara Houthi disokong penuh oleh Iran.

Lebih dari 10 ribu orang meninggal dunia sejak perang tersebut melutus. Konflik berkepanjangan itu juga menghancurkan perekonomian serta membawa jutaan masyarakat ke dalam penderitaan. Mouallimi sendiri menyalahkan Houthi serta pasukan yang loyal terhadap mantan Presiden Ali Abdullah Saleh karena membuat warga sipil menderita.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini