Image

Pria Ini Sayat Leher Ibunya dan Nekat Loncat dari Gedung Apartemen, Ini Alasannya...

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Senin 09 Oktober 2017, 02:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 09 18 1791345 pria-ini-sayat-leher-ibunya-dan-nekat-loncat-dari-gedung-apartemen-ini-alasannya-0jwNtEbsTz.jpg Apartemen Shing On. (Foto: SCMP)

HONG KONG - Seorang pria berusia 34 tahun di Hong Kong ditemukan dalam kondisi luka parah setelah nekat melompat dari gedung apartemen tempatnya tinggal. Polisi yang mendapat laporan warga kemudian membawa pria tersebut ke rumah sakit untuk dirawat.

Polisi kemudian berusaha mencari keberadaan keluarga korban. Namun ketika tiba di unit apartemen Shing On di Kwai Shing, polisi tidak mendapat respons dari pemilik rumah. Petugas kemudian memutuskan untuk masuk secara paksa dan menemukan hal yang mengejutkan sekaligus mengerikan.

"Petugas polisi pergi ke unit apartemen korban dengan harapan bisa menemukan anggota keluarganya. Tidak ada yang menjawab saat kami mengetuk pintu. Kami merasa curiga dan memutuskan masuk ke dalam. Di sana kami menemukan seorang perempuan terbaring di tempat tidur dengan luka di lehernya yang disebabkan oleh benda tajam. Lukanya sangat parah dan kepalanya hampir putus," ujar Kepala Kepolisian setempat, Kok Wai-shing.

Polisi curiga bahwa pria yang tak disebutkan namanya itu adalah pelaku pembunuhan perempuan berusia 77 tahun tersebut. Korban tewas diketahui merupakan ibu pria yang melompat dari gedung apartemen. Pelaku diduga nekat mencoba bunuh diri setelah membunuh ibunya sebagaimana dinukil dari South China Morning Post, Senin (9/10/2017).

Polisi meyakini pelaku membunuh korban dengan menggunakan pisau dapur. Semasa hidupnya, perempuan paruh baya tersebut menderita penyakit kronis. Polisi menduga, si pria membunuh ibunya karena frutasi harus merawat ibunya yang sakit selama ini.

Pasangan ibu dan anak itu diketahui tinggal bersama dengan 2 pekerja rumah tangga. Namun, keduanya tak berada di apartemen saat kejadian. Hingga kini pelaku masih dalam kondisi kritis dan dirawat di Rumah Sakit Prince Margaret di Lai Chi Kok.

Berdasarkan keterangan tetangga pelaku yang bernama Chow, pria itu sempat bekerja sebagai pekerja sosial sebelum akhirnya berhenti. Pelaku berhenti bekerja untuk merawat ibunya yang sudah tidak sanggup berjalan. Kepada Chow, pelaku pernah mengaku stres dan tertekan karena sang ibu.

Tapi pada saat itu, pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri hidup dan membunuh ibunya. Chow sendiri mengaku tak percaya tak percaya dengan apa yang dilakukan tetangganya tersebut.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini