Waduh! KPK Simpulkan Pilkada Serentak Terjerat Politik Transaksional

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017 20:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 10 337 1792856 waduh-kpk-simpulkan-pilkada-serentak-terjerat-politik-transaksional-fE2qjjR4a8.jpg konferensi pers KPK. (Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim telah melakukan penelitian pasca-pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2015 dan 2017. Hasilnya, pesta demokrasi ternyata sangat sulit terlepas dari politik transaksional.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menegaskan bahwa pesta demokrasi kedepannya harus lebih baik dari sebelumnya. Tujuannya, agar tercipta proses demokrasi yang sehat untuk masyarakat.

"Kami di KPK dua tahun terkahir ini kami lakukan penelitian di dua Pilkada serentak pasca itu kesimpulan kami bahwa memang sulit sekali bisa lepas dari jeratan transaksional ini,” ujar di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

Meski demikian, Saut tak merinci persentase hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga antirasuah. Selain itu, metode penelitian yang digunakan pun tak dijabarkan kepada awak media. Namun, Saut menegaskan bakal memerangi politik transaksional.

“Tapi ini negara kita, harus ubah itu," sambungnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) bertemu dengan pimpinan KPK. Tujuannya adalah untuk bekerjasama guna menekan angka praktik politik uang dalam penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia.

Menurut Saut, lembaga pengawas pemilu itu harus diakui memiliki keterbatasan dalam kewenangannya. Oleh sebab itu, Saut menekankan bahwa menjelang tahun politik pencegahan harus lebih ditegakkan.

Kemudian, Saut menyebutkan di internal KPK juga muncul wacana mengenai penelitian sebelum digelarnya pelaksanaan pemilu. Dia menegaskan lembaga antirasuah akan hadir di tengah Bawaslu guna menciptakan pesta demokrasi yang bebas dari politik transaksional.

"Kami tadi juga diskusi masa depan bangsa Indonesia ditentukan bagaimana Bawaslu bekerja. Mari kami bantu dari sisi pencegahan dan penindakan Bawaslu dengan keterbatasan masing-masing," tutup Saut. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini