nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo Tolak PLTP Gunung Slamet Ricuh, Wartawan Ikut Dianiaya Aparat

Sucipto Cipto, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017 12:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 10 512 1792442 demo-tolak-pltp-gunung-slamet-ricuh-wartawan-ikut-dianiaya-aparat-zocccuT3dX.jpg Demo tolak PLTP Gunung Slamet dibubarkan polisi (Sucipto/Okezone)

BANYUMAS – Seorang wartawan TV jadi korban kekerasan polisi dan Satpol PP saat aparat membubarkan unjuk rasa menolak Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Slamet di depan Kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin 9 Oktober malam.

Aparat membubarkan paksa demonstran yang sedang menggelar panggung kebudayaan pada pukul 22.00 WIB. Dalam situasi tersebut, polisi dan Satpol PP melakukan pemukulan terhadap demonstran dan membongkar paksa tenda yang didirikan massa aksi.

Wartawan Metro TV wilayah Banyumas, Darbe Tyas ikut jadi korban kekerasan aparat dalam kericuhan tersebut. Derbe diduga ditarik lalu dikeroyok petugas.

Mulanya, Darbe datang ke lokasi unjuk rasa usai mendapat kabar dari rekan seprofesinya, Dian Aprilia bahwa ada kericuhan. "Saat saya sedang liputan, pendemo digebuki. Kamera saya juga mau dirampas," kata Dian kepada Okezone, Selasa (10/10/2017).

Beruntung, ada polisi yang mengenal Dian sebagai wartawan sehingga ia bisa lolos dari aparat. Setelah itu, ia mengabarkan kepada wartawan lain bahwa ada kericuhan dalam demonstrasi. Beberapa menit kemudian, empat wartawan hadir termasuk Darbe Tyas.

Dian menjelaskan, ia dan wartawan yang hadir langsung meliput kericuhan tersebut. Darbe merekam situasi, sedangkan Dian mengikuti di belakangnya sambil sesekali mengambil gambar.

Tiba-tiba, Dian terkejut melihat Darbe ditarik oleh aparat. Dian berteriak dan memberi tahu bahwa Darbe adalah wartawan. Namun pernyataan Dian tersebut tidak digubris. "Darbe ditarik, dipukul, dikeroyok, dan diinjak. Padahal sudah menunjukkan kartu pers," kata Dian.

Ia juga melihat tiga wartawan lain dihampiri Polisi dan dipaksa untuk menghapus rekaman di kamera.

Atas peristiwa tersebut, Darbe mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Dian menuturkan, kacamata Darbe rusak dan kartu persnya dirampas. "Saat ini Darbe di rumah sakit. Untuk dirawat dan divisum," kata Dian.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini