DK PBB Serukan Semua Pihak di Yaman agar Berdialog

ant, · Rabu 11 Oktober 2017 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 11 18 1793036 dk-pbb-serukan-semua-pihak-di-yaman-agar-berdialog-SvkyOFJQSL.jpg Anak-anak Yaman memandangi sekolah mereka yang hancur akibat perang saudara (Foto: Ahmed al Basha/AFP)

NEW YORK – Konflik berdarah di Yaman sudah memasuki tahun kedua. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda konflik akan mereda dalam waktu dekat. Untuk itu, Dewan Keamanan (DK) PBB menyerukan semua pihak, terutama milisi Houthi, agar terlibat dalam dialog bermanfaat guna menghentikan pertempuran dan menyelesaikan konflik.

BACA JUGA: PBB Meradang, 683 Anak Jadi Korban Perang di Yaman

Anggota Dewan Keamanan kembali menyampaikan dukungan mereka bagi penyelesaian politik sebagai satu-satunya cara mengakhiri konflik di Yaman dan seruan mereka kepada semua pihak agar segera menyepakati modalitas bagi penghentian permusuhan yang langgeng, kata Duta Besar Prancis untuk PBB Francois Dellattre, yang menjadi Presiden DK PBB untuk Oktober, kepada wartawan.

"Anggota Dewan Keamanan sangat menyesalkan kurangnya kemajuan dalam proses politik dan memburuknya situasi kemanusiaan," kata Dellattre setelah konsultasi DK PBB mengenai Yaman, sebagaimana diberitakan Xinhua, Rabu (11/10/2017).

Dewan tersebut meminta peleksanaan resolusi terkait dan menuntut akses kemanusiaan yang aman, cepat, tanpa penghalang dan berkelanjutan buat semua warga di seluruh gubernuran yang terpengaruh, katanya.

BACA JUGA: Ya Ampun! Lebih dari 5 Ribu Orang Tewas Akibat Perang di Yaman

Di dalam penjelasan kepada DK, Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres --Ismail Ould Cheikh Ahmed-- mengatakan bencana di Yaman ada akibat ulah manusia.

Peningkatan tajam korban jiwa di pihak sipil baru-baru ini memperlihatkan semua pihak mengabaikan hilangnya nyawa warga sipil dan kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional, kata utusan tersebut.

"Saya berada dalam proses pengembangan satu usul yang meliputi langkah pembangunan kepercayaan yang akan mengizinkan semua pihak melanjutkan perundingan guna mencapai kesepakatan menyeluruh," kata Ismail kepada wartawan setelah pertemuan DK PBB.

Yaman terperosok ke dalam perang saudara sejak 2015. Petempur milisi Syiah Al-Houthi, yang berpusat di Sana'a dan setia kepada kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh berhadapan dengan pasukan yang setia kepada Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansur Hadi --yang berpusat di Aden-- selain serangan oleh anggota Al-Qaida di Jazirah Arab serta kelompok IS.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini