nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ya Ampun! Buat Laporan Palsu, Seorang Mahasiswa di Medan Terancam 7 Tahun Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 14:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 11 340 1793282 ya-ampun-buat-laporan-palsu-seorang-mahasiswa-di-medan-terancam-7-tahun-penjara-LrhWM8bTB0.jpg Mahasiswa pembuat laporan palsu saat di Maposekta Medan Baru (foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN - Penyidik Polsekta Medan Baru, Kota Medan, menangkap seorang mahasiswa bernama Leo Joste Sagala (22), warga Jalan Jamin Ginting, Kota Medan. Ironisnya, Leo ditangkap saat membuat laporan kehilangan di Mapolsekta Medan Baru.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Victor Ziliwu mengatakan, Leo ditangkap karena laporan kehilangan yang dibuatnya ke kantor polisi merupakan laporan palsu.

Awalnya Leo datang ke Polsekta Medan Baru pada Senin 10 Oktober 2017 kemarin. Dia mengaku telah kehilangan sepeda motornya saat diparkirkan di Jalan Jamin Ginting Medan pada Minggu 9 Oktober 2017.

Polisi yang mendapati laporan tersebut kemudian mengerahkan personel untuk melakukan pemeriksaan ke lokasi. Hasilnya, Polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda pencurian di lokasi yang dimaksud Leo.

“Pelapor kemudian kita interogasi dan belakangan dia mengaku kalau sepeda motornya tidak hilang, melainkan telah dijualnya kepada seseorang berinisial TH seharga Rp4 juta. Yang bersangkutan kemudian kita tahan dengan barang bukti surat pelaporan, uang tunai Rp4 Juta dan surat pengantar dari perusahaan leasing tempat pelapor mengkreditkan sepeda motor tersebut,” tukasnya.

Victor menyebutkan, Leo membuat laporan palsu dengan motif untuk mendapatkan dana asuransi dari pihak leasing. Victor menyebutkan apa yang dilakukan Leo merupakan pelanggaran hukum.

“Kami ingatkan masyarakat untuk tidak membuat laporan palsu hanya untuk mendapatkan asuransi. Ini karena hanya akan merugikan masyarakat sendiri. Perbuatan seperti itu melanggar ketentuan pada Pasal 266 ayat (1) Subsider Pasal 242 Ayat (1) KUHPidana tentang pemberian keterangan palsu. Ancamannya 7 tahun penjara,” tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini