nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Direktur News & Content Okezone: Mahasiswa Jangan Menangkap Mentah-Mentah Apa yang Ada di Media Sosial

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 13:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 11 65 1793231 direktur-news-content-okezone-mahasiswa-jangan-menangkap-mentah-mentah-apa-yang-ada-di-media-sosial-FSaYRQwAuK.jpg Direktur News & Content Okezone Sylviana Pravita (Foto: Okezone)

JAKARTA - Di tengah era digital dan teknologi, mendapatkan informasi bukan lagi hal yang sulit dilakukan. Kini untuk mendapat informasi baru, masyarakat tinggal meng-klik atau menyentuh layar smartphone atau gadget-nya melalui beragam media online yang ada di Indonesia.

Apalagi, kini informasi tak hanya ada di media online saja, tetapi juga di media sosial. Kecepatan informasi memang tak dapat dibendung. Melalui media sosial, masyarakat bisa dengan cepat mendapat informasi. Itu merupakan salah satu kelebihannya. Namun, tentu saja ada kekurangannya yaitu masalah akurasi dan ketepatan.

Nah, hari ini Okezone mengadakan acara rutin 'Okezone Goes to Campus' yang membahas terkait masalah ini.

Dengan mengusung tema "Tantangan Media di Era Digital: Media Online vs Media Sosial", Okezone Goes to Campus diadakan di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, pada Rabu (11/10/2017).

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Pemimpin Redaksi Okezone.com Muhammad Budi Santosa, Dosen Ilmu Komunikasi UAI Nanang Haroni, dan Youtuber muda asal Indonesia Alif B Force. Seorang Youtuber Indonesia yang mempopulerkan 'Deklastri' atau 'Despacito versi Jawa.

Acara ini juga dibuka oleh Direktur News and Content Okezone, Sylviana Pravita.

"Okezone merasa berkepentingan untuk dekat dengan generasi milenial sebagai agent of change. Kita ingin teman-teman mahasiswa atau generasi milenial ini mengonsumsi informasi yang tepat," kata Sylviana dalam sambutannya di hadapan para mahasiswa UAI.

Media sosial, bagi Sylviana, memiliki sejumlah fungsi yang penting. "Kita berkepentingan dengan media sosial sebagai distribusi konten. Misalnya di facebook, twitter, instagram. Kami membagi berita kami di platform tersebut," ungkapnya.

Namun, adanya media sosial yang memiliki banyak informasi membuat masyarakat harus pandai memilah informasi atau cek and recheck melalui media yang telah terverifikasi Dewan Pers. Okezone sendiri, lanjut dia, merupakan salah satu media online mainstream yang telah terverifikasi Dewan Pers.

"Untuk para mahasiswa, jangan menangkap mentah-mentah apa yang ada di media sosial tapi juga cek di media terverifikasi Dewan Pers," pesannya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini