Astaga! Helikopter AS Tiba-Tiba Terbakar Setelah Mendarat di Jepang

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 12 Oktober 2017 04:57 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 12 18 1793760 astaga-helikopter-as-tiba-tiba-terbakar-setelah-mendarat-di-jepang-MFUOZY2Ey6.jpg Foto: Asia News Network

TOKYO – Sebuah helikopter militer Amerika Serikat (AS) tiba-tiba terbakar setelah mendarat di sebuah lapangan kosong di Okinawa, Jepang. Untungnya, tidak ada korban tewas atau terluka dalam kejadian ini.

Berdasarkan keterangan militer AS kepada otoritas Jepang, helikopter transportasi CH-35 mendarat di sebuah lapangan sebelum dilalap api pada Rabu malam, 11 Oktober waktu setempat. Stasiun televisi Pemerintah Jepang, NHK menayangkan rekaman saat pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di malam hari dan asap hitam yang mengepul ke angkasa.

"Saat helikopter Korps Marinir AS CH-53 mendarat, kebakaran terjadi. Kami telah menerima informasi bahwa semua awak kapal selamat," kata Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera sebagaimana dikutip Straits Times, Kamis (12/10/2017).

Pihak berwenang Jepang meminta militer AS untuk memberikan laporan lengkap dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

"Kecelakaan oleh Korps Marinir AS terus berlanjut Kami ingin berkomunikasi dengan pihak AS bahwa kami menuntut operasi yang aman," lanjutnya.

Menurut saksi mata yang dikutip oleh NHK, kecelakaan itu terjadi tak lama setelah pukul 17.30 waktu setempat. Pejabat dari Marinir AS yang berbasis di Okinawa tidak bisa dimintai komentarnya.

Pada Desember 2016, lima awak kapal di pesawat Marinir AS MV-22 Osprey terluka setelah terjadi sebuah "kecelakaan" yang mengakibatkan pesawat mendarat di perairan dangkal di luar Okinawa.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan sangat menyesalkan terjadinya “kecelakaan serius” tersebut dan menekankan bahwa catatan keselamatan pesawat itu adalah "prasyarat" untuk penggunaan pesawat terbang di Jepang.

Penyebaran Ospreys di Jepang telah mendorong protes oleh penduduk Okinawa setelah serangkaian kecelakaan di negara lain yang melibatkan pesawat hibrida.

Pada Agustus, Marinir AS dipaksa untuk melakukan misi pencarian dan penyelamatan setelah sebuah kapal MV-22 Osprey lainnya jatuh di pantai timur Australia. Mereka menyelamatkan 23 dari 26 personil dan akhirnya membatalkan perburuan tiga awak yang tersisa.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini