Image

Mantap! Dimediasi Mesir, Hamas dan Fatah Capai Kata Sepakat Soal Kekuasaan di Palestina

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 13:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 12 18 1793964 mantap-dimediasi-mesir-hamas-dan-fatah-capai-kata-sepakat-soal-kekuasaan-di-palestina-qkiuxRb5f8.jpg Ilustrasi bendera Palestina (Foto: AFP)

RAMALLAH – Dua kelompok yang saling berseteru di Palestina, Hamas dan Fatah, akhirnya mencapai kesepakatan. Kedua kelompok tersebut diketahui terlibat pertikaian selama 10 tahun dengan menguasai dua wilayah berbeda di Palestina.

BACA JUGA: Kelompok Hamas dan Fatah Berdamai, Siap Bicarakan Pemilu di Palestina

Wilayah Palestina terbagi menjadi dua, yakni Gaza yang dikuasai oleh Hamas dan Fatah yang menguasai Tepi Barat sejak rivalitas keduanya pecah pada 2007. Tercapainya kesepakatan tersebut diumumkan oleh Pusat Informasi Palestina yang pro-Hamas.

Kesepakatan tercapai berkat campur tangan Mesir. Perundingan kedua kelompok tersebut bahkan dilangsungkan di Ibu Kota Mesir, Kairo. Pada Rabu 11 Oktober, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan, perundingan di Kairo berlangsung sangat serius dan mendalam. Detail mengenai kesepakatan akan dijelaskan lebih lanjut pada siang hari waktu setempat.

BACA JUGA: Berdamai dengan Fatah, Hamas Minta Abbas Cabut Sanksi terhadap Gaza

“Perundingan berjalan sangat positif dan pihak Mesir cukup berimbang,” tukas Sami Abu Zuhri dalam keterangan pers di Pusat Informasi Palestina, mengutip dari BBC, Kamis (12/10/2017).

Perundingan dapat terlaksana setelah Hamas sepakat untuk berdamai lewat pembicaraan dengan Fatah guna membubarkan komite administratif di Jalur Gaza dan menggelar pemilihan umum. Langkah tersebut merupakan permintaan kunci dari Presiden Otoritas Palestina (PLO) Mahmoud Abbas.

BACA JUGA: Akhirnya! Hamas Bubarkan Pemerintahan Bayangan di Gaza

Usai pernyataan kesediaan itu, Perdana Menteri (PM) Palestina Rami Hamdallah langsung bertolak menuju Gaza. Ia mengatakan, PLO akan mulai mengambil alih urusan administrasi serta tanggung jawab keamanan di Jalur Gaza.

Upaya mendamaikan kedua kelompok tersebut sebelumnya juga diinisiasi Mesir pada 2011. Negeri Piramida bahkan mampu ‘memaksa’ Hamas dan Fatah untuk menandatangani kesepakatan di Kairo yang tak kunjung diimplementasikan. Menurut perjanjian tersebut, Hamas harus mengakhiri sengketa dengan Fatah dan membentuk pemerintahan interim sebelum pemilihan umum.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini