Image

HISTORIPEDIA: Washington Jadi Ibu Kota, Pemerintah AS Bangun Gedung Putih sebagai Ikon Negeri Paman Sam

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 06:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 12 18 1794137 historipedia-washington-jadi-ibu-kota-pemerintah-as-bangun-gedung-putih-sebagai-ikon-negeri-paman-sam-Ul7SEoj9FV.jpg Gedung Putih. (Foto: whitehouse.gov)

GEDUNG Putih atau White House menjadi salah satu ikon penting dalam pemerintahan di Amerika Serikat (AS). Gedung ini digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat bekerja oleh para pemimpin di Negeri Paman Sam.

Tepat pada hari ini, peristiwa penting terkait pembangunan Gedung Putih terjadi. Landasan Gedung Putih pertama kali diletakkan pada 13 Oktober 1792.

Tempat tinggal ini dirancang oleh arsitek kelahiran Irlandia, yakni James Hoban. Ia mendesain gedung itu setelah memenangi kompetisi yang diadakan pemerintah. Dari kompetisi tersebut, ia mengantongi hadiah senilai USD500 atau sekira Rp6,7 juta.

Hoban menerapkan gaya neoklasik ke gedung pemerintahan ini. Desainnya sangat dipengaruhi oleh Leinster House di Dublin dan sketsa bangunan James Gibbs yang dituangkan dalam buku 'Book of Architecture’.

Lokasi dibangunnya Gedung Putih dipilih secara langsung oleh Presiden pertama AS, George Washington. Pembangunan ini dilakukan setelah kongres yang diadakan pada 1791 mengumumkan bahwa ibu kota AS dipindahkan secara permanen ke Washington DC. Sebelumnya, Philadelphia menjadi ibu kota negara tersebut.

Setelah pengumuman tersebut, negara bagian Maryland dan Virginia menyerahkan tanah di sekitar Sungai Potomac untuk membentuk Distrik Columbia. Pemindahan ibu kota ke Washington dilakukan satu tahun sebelum Gedung Putih didirikan. Tata letak radikal wilayah yang menjadi pusat pemerintahan itu dirancang oleh arsitek asal Prancis, Charles L'Enfant. Ia membuat puluhan lingkaran, jalan lintas alam, dan banyak taman di sana.

Satu tahun kemudian, yakni pada 1792, pembangunan Gedung Putih dimulai. Gedung itu dibangun di 1600 Pennsylvania Avenue. Pembangunannya berlangsung selama delapan tahun hingga 1800. Gedung ini dibangun menggunakan lempeng pasir Aquia Creek putih.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini