Image

Pantau Aktivitas Vulkanik Gunung Agung, BNPB: Drone Jadi Pilihan Terbaik

Ahmad Sahroji, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 06:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 12 337 1794061 pantau-aktivitas-vulkanik-gunung-agung-bnpb-drone-jadi-pilihan-terbaik-pYYscJGpJV.jpg Drone mavic, salah satu tipe atau jenis drone yang akan digunakan BNPB untuk memantau Gunung Agung (Foto: IST)

KARANGASEM - Menyusul masih tingginya aktivitas vulkanis Gunung Agung, Karangasem, Bali, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginisiasi penggunaan drone untuk memantau kawah Gunung Agung.

“Kita harus kerahkan drone yang memiliki spesifikasi khusus terbang tinggi yang mampu mendokumentasikan semua fenomena di kawah. Tanpa drone kita tidak tahu apa yang terjadi. Citra satelit tidak dapat setiap saat memantau perkembangan kawah. Oleh karena itu, drone menjadi pilihan yang terbaik. Aman, efektif dan update,” kata Ketua BNPB Willem Rampangilei.

Sebanyak 5 unit drone dengan spesifikasi berbeda. 3 unit drone fixed wing yaitu Koax 3:0, Tawon 1.8 dan Mavic, sedangkan 2 unit drone jenis rotary wing adalah multi rotor M600 dan Dji Phantom, sengaja dikerahkan BNPB mengingat status siaga radius 9 kilometer dari puncak kawah dan 12 kilometer di sektor utara-timur laut dan sektor tenggara-selatan-barat daya.

"Tidak adanya peralatan di puncak kawah menyebabkan tidak dapat diketahui kondisi visual secara terus menerus. Sementara itu puncak kawah berbahaya dan tidak boleh ada aktivitas masyarakat. Oleh karena untuk melakukan pemantauan puncak kawah dan lingkungan sekitar Gunung Agung, BNPB bersama PVMBG menerbangkan drone atau pesawat tanpa awak," ungkapnya.

Mengingat ketinggian Gunung Agung yang mencapai 11.400 kaki, BNPB mengaku telah menyiapkan drone khusus untuk menjangkau ketinggian.

"Tidak banyak drone yang memiliki kemampuan terbang tinggi. Rata-rata drone didesain terbang pada ketinggian 7.000 kaki sehingga saat diperlukan untuk terbang tinggi tidak banyak yang tersedia. Drone Koax 3:0 dan Tawon 1.8 memiliki kemampuan terbang hingga 13.000 kaki. Mesin menggunakan baham bakar ethanol agar dapat terbang tinggi," jelasnya.

Untuk itu, pada Rabu 11 Oktober 2017, lalu, BNPB telah melakukan uji coba terbang (flight plan) berputar di Gunung Agung sampai ketinggian 11.500 kaki yakni drone jenis Tawon 1.8. Namun saat drone terbang diketinggian 6.000 kaki, kamera mengalami masalah maka drone kembali ke landasan.

"Pesawat normal dan mampu terbang tetapi adanya risiko blind flight di gunung maka penerbangan tidak dilanjutkan," tambahnya.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini