Image

Tabrak Jembatan Kuning, Drone Kembali Gagal Ambil Gambar Gunung Agung

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 18:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 340 1794279 tabrak-jembatan-kuning-drone-kembali-gagal-ambil-gambar-gunung-agung-zOPvyCqjzV.jpg Drone hancur setelah menabrak jembatan kuning di Karangasem

KARANGASEM - Pesawat tanpa awak (drone) yang sengaja diterbangkan, kembali gagal merekam aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Kemarin, upaya serupa gagal karena kamera rusak.

Drone kembali gagal merekam aktivitas Gunung Agung hari ini, karena menabrak dinding jembatan kuning hingga benda tersebut hancur. Drone yang digunakan jenis Koak WAP dan drone tawon yang ukurannya sedikit lebih kecil.

Padahal butuh waktu sekira 4 jam bagi para teknisi untuk menyiapkan drone hingga betul-betul siap untuk diterbangkan. Bahkan sebelum diterbangkan, teknisi dan PVMBG mendatangkan seorang pemangku untuk memohonkan doa agar diberikan keselamatan dan kelancaran.

Sekira pukul 14.40 Wita, dua drone super canggih ini diterbangkan sambil melawan kecepatan angin yang cukup kencang saat itu. Penerbangan pertama, drone gagal take off. Setelah dilakukan pemeriksaan, selang lima menit kemudian pilot berbalik arah menerbangkan pesawat dari arah berlawanan karena saat itu arah angin berubah.

Pesawat drone Koak pun meluncur dan berhasil take off. Namun sayangnya pesawat ini sempat kehilangan daya angkat sebelum akhirnya menabrak jembatan yang membentang di jalur utama Karangasem-Singaraja, atau tepatnya diselatan galian C milik PT Bumi Pasir Mandiri.

Agus MT petugas (pilot) Drone mengatakan, drone Koak hancur menabrak jembatan saat pesawat take off. "Drone Koak hancur menabrak jembatan saat pesawat take off. Tadi warga bantu ambil di bawah jembatan," terangnya.

Dia mengatakan, drone yang dikendalikannya gagal take off lantaran landasan pacu yang pendek dan berkerikil. “Untuk bisa take off kecepatan drone harus 60 kilometer per jam,” tutupnya.

Dikabarkan sebelumnya BNPB mengerahkan 5 unit drone dengan spesifikasi berbeda. 3 unit drone fixed wing yaitu Koax 3:0, Tawon 1.8 dan Mavic, sedangkan 2 unit drone jenis rotary wing adalah multi rotor M600 dan Dji Phantom.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini