nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Salah Tangkap Demo Tolak PLTP Gunung Slamet Serahkan Penyelesaian ke Polisi

Sucipto Cipto, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 16:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 512 1794151 keluarga-salah-tangkap-demo-tolak-pltp-gunung-slamet-serahkan-penyelesaian-ke-polisi-X2zRUEfqHn.jpg Anjar, korban salah tangkap demo tolak PLTP Gunung Slamet. (Foto: Sucipto Cipto)

BANYUMAS – Nasib sial menimpa Anjar Setiarma (20). Saat menikmati malam sambil menyantap wedhang rondhe di bagian selatan alun-alun Purwokerto pada Senin 9 Oktober lalu, Anjar jadi korban salah tangkap dan mengalami kekerasan dari pihak aparat.

Saat itu aparat sedang membubarkan aksi penolakan PLTP Gunung Slamet di depan Gedung Bupati Banyumas. Polisi dan Satpol PP membubarkan paksa demonstran yang sedang bersalawat dengan kekerasan.

Posisi anjar sekitar 100 meter dari lokasi demonstran. Penasaran dengan keributan itu, Anjar sedikit mendekat sekitar 80 meter dari lokasi aksi.

(Baca Juga: Pengakuan Korban Salah Tangkap saat Aparat Bubarkan Massa Penolak PLTP Gunung Slamet)

Sialnya, Anjar malah ditangkap polisi dan Satpol PP karena dikira termasuk demonstran. Meski sudah berteriak bahwa ia bukan demonstran, Anjar dapat kekerasan verbal berupa kata-kata kotor dan kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan dari aparat.

Saat ini, Kamis (12/10/2017), ia masih dirawat di Rumah Sakit Prof Dr Margono Soekanto Purwokerto. Ia butuh perawatan intensif karena dipukuli aparat bertubi-tubi sehingga mengalami luka di bagian dagu, memar di kepala, dan sakit di bagian perut.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyerahkan kasus penyelesaian kepada pihak kepolisian. "Kapolres Banyumas sudah minta maaf secara langsung dan berkomitmen untuk mengusut dan menindak oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan," kata Djupri (60), ayah Anjar pada Kamis (12/10/2017).

(Baca Juga: Demo Tolak PLTP Gunung Slamet Ricuh, Wartawan Ikut Dianiaya Aparat)

Djupri menjelaskan, pihak Polres Banyumas sudah mau menanggung biaya rumah sakit. Keluarga korban juga sudah dapat santunan dari Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun.

Saat ini ia fokuskan pikiran terhadap kesembuhan anaknya. Pihak keluarga merasa cukup dengan permintaan maaf dan inisiatif pihak kepolisian tersebut. Djupri saat ini menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kapolres sudah komitmen mau mengusut tuntas kasus ini. Saya serahkan kepada polisi dan tunggu hasilnya," kata Djupri.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini