Image

41 Ribu Mobil Nissan Navara Di-Recall, Ada Apa?

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 08:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 15 1794529 41-ribu-mobil-nissan-navara-di-recall-ada-apa-8xC2uUVZrt.jpg Nissan Navara (Caradvice)

SYDNEY - Nissan Australia mengeluarkan pengumuman recall (penarikan kembali) sebanyak 82 ribu unit mobil yang terbagi dalam dua model pikap Navara dan hatchback Tiida generasi sebelumnya. Penarikan tersebut merupakan bagian dari kampanye perbaikan inflator airbag Takata yang rusak.

Recall dilakukan untuk mengganti inflator airbag yang bisa mengembang secara berlebihan atau meledak saat mobil mengalami kecelakaan. Ledakan itu disertai dengan lontaran benda logam yang bisa mengenai wajah atau leher pengemudi hingga menyebabkan kematian.

(Baca juga: Duuh! Gara-Gara Masalah Ini, Nissan Terpaksa Recall 1,2 Juta Mobil di Jepang)

Sebagaimana diberitakan Caradvice, Nissan Navara yang ditarik berjumlah 41.941 unit dengan periode produksi tahun 2006 sampai 2015. Sedangkan Tiida sebanyak 41.154 unit dengan tahun produksi 2006 sampai 2012.

Nissan Australia akan menghubungi pemilik kendaraan yang mobilnya terindentifikasi bermasalah. Mereka akan disarankan untuk menghubungi diler terdekat untuk menjalani proses perbaikan inflator airbag.

Sementara itu di Indonesia sendiri, Nissan juga telah melakukan recall terhadap beberapa produknya dengan masalah yang sama pada 2016. Di antaranya Nissan Grand Livina/Livina/X-Gear, Latio, dan Navara.

Jumlah mobil yang di-recall yakni 48.719 unit Nissan Grand Livina/Livina/X-Gear produksi April 2007–November 2013, 976 unit Latio produksi Agustus 2006–Agustus 2009, dan 4.071 unit Navara produksi Januari 2011-Desember 2014. Jika ditotal jumlahnya mencapai 53.766 unit

Kasus airbag Takata cukup membuah heboh dunia automotif, pasarnya hampir semua produsen mobil mempercayakan produk asal pabrikan Jepang itu.

(Baca juga: Nissan Indonesia Recall 53 Ribu Mobil karena Airbag)

Secara global, kasus airbag Takata sudah ramai sejak 10 tahun terakhir. Lebih dari 10 produsen automotif terpaksa me-recall ratusan juta unit produk mereka di seluruh dunia karena permasalahan yang sama. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini