Image

CEO Ferrari: Mobil Listrik Belum Tentu Menyelamatkan Bumi

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 09:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 15 1794547 ceo-ferrari-mobil-listrik-belum-tentu-menyelamatkan-bumi-A9vVojF1Kr.jpg Chief Executive Officer Ferrari, Sergio Marchionne (CNBC)

MARANELLO - Sekarang ini mobil listrik tengah menjadi fokus utama bagi sejumlah pabrikan automotif. Mobil listrik diklaim dapat melestarikan lingkungan, dan membersihkan udara. Namun tidak semua orang setuju dengan klaim tersebut. Chief Executive Officer (CEO) Ferrari, Sergio Marchionne mengatakan mobil listrik mungkin tidak sebersih yang terlihat.

"Mobil listrik belum tentu bisa menyelamatkan bumi ini," katanya mengutip dari CNBC.

Sergio menambahkan, dampak lingkungan dari mobil listrik perlu dianalisis lebih teliti lagi sebelum memutuskan bahwa mobil listrik tidak berbahaya daripada mesin yang menggunakan bahan bakar fsil sebagai sumber tenaganya.

(Baca juga: Ferrari & Lamborghini Belum Akan Bikin Mobil Listrik, Ini Alasannya)

"Saya pikir jika tidak melakukan analisis yang mendalam tentang asal tenaga listrik, dari mana asalnya, bagaimana memasukkan baterai ke mobil, berapa pengeluaran dalam hal CO2 dan lingkungan, menurut saya analisis bahwa kita akan menyelamatkan bumi ini dengan mobil listrik adalah omong kosong," kata Sergio, yang juga chairman dan CEO Fiat Chrysler Automobiles dan chairman Maserati.

Dirinya menjelaskan jika basis produksi listrik itu adalah nuklir, maka sama sekali tidak ada masalah, jika di luar itu berarti masalahnya sangat besar. "Bila mengandalkan bahan bakar fosil untuk memproduksinya, saya pikir masalahnya jauh lebih besar," katanya.

Terlepas dari tujuan untuk menyelamatkan bumi, Sergio menganggap bahwa produsen mobil listrik yang ada sekarang ini sebut saja Tesla belum menguntungkan perusahaan, sebab biaya riset dan produksi mobil listrik tergolong mahal.

(Baca Juga: Lamborghini & Ferrari Bersaing Ketat Produksi Mobil Plug In Hybrid)

Sementara itu sampai saat ini pabrikan mobil asal Italia itu tidak memiliki rencana untuk membuat mobil listrik, kendaraan tanpa emisi tidak sesuai dengan citra merek perusahaan.

Mungkin saja hal tersebut dapat berubah jika persaingan di segmen mobil listrik semakin ketat. Selain itu adanya wacana pememerintah dari berbagai negara yang berencana mengeluarkan aturan mengenai larangan beroperasinya mobil bermesin bensin dan diesel pada 2040. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini