Image

Diproduksi di Indonesia, Mobil-Mobil Ini Laris Manis di Luar Negeri

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 11:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 15 1794561 diproduksi-di-indonesia-mobil-mobil-ini-laris-manis-di-luar-negeri-OycOqYfE0n.jpg Toyota Fortuner (Okezone)

JAKARTA - Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pertama kali melakukan aktivitas ekspor pada 1987. Saat itu mobil yang diekspor pertama kali adalah Toyota Kijang generasi ke-3 (Kijang Super) ke Brunei Darusalam. Kemudian TMMIN kembali dipercaya untuk memproduksi beberapa model mobil yang diperuntukkan bukan hanya untuk pasar domestik saja tapi juga ekspor.

Saat ini kontribusi kendaraan utuh (completely built up/CBU) bermerek Toyota bagi total ekspor automotif nasional Indonesia sebesar 87% terdiri dari ekspor sembilan model yaitu Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Avanza, Rush, Town/Lite Ace, Agya, dan Sienta.

(Baca juga: Cerita Ekspor Toyota Kijang, dari 50 ke 1.400 Unit per Bulan)

Sepanjang 2017 (Januari-September), TMMIN telah mengirim sebanyak 150.400 mobil Toyota dalam bentuk CBU. Angka tersebut meningkat 22% dibanding tahun lalu. Kontribusi ekspor terbesar kendaraan Toyota datang dari SUV Fortuner sebesar 52.500 unit, MPV Avanza sebesar 36.100 unit, serta sedan Vios sebesar 20.700 unit. Sedangkan untuk kendaraan terurai (complete knock down/CKD) sebanyak 35.600 unit, mesin bensin lebih dari 99.850 unit, mesin ethanol sebanyak lebih dari 7.350 unit, dan komponen kendaraan sekira 76.6 juta buah.

(Baca juga: Nilai Ekspor Toyota Indonesia Selama 30 Tahun Tembus Rp250 Triliun)

Tahun ini, TMMIN menargetkan peningkatan ekspor kendaraan utuh sebesar 10% dibandingkan 2016. Produk-produk Toyota diekspor ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah.

(Baca juga: Toyota Bidik Ekspor Mobil Naik 10%, Negara Ini Sasaran Potensialnya)

“Investasi dan aktivitas kinerja ekspor Toyota di Indonesia selama 30 tahun merupakan wujud keseriusan kami dalam menggarap dan mengeksplorasi potensi pasar yang berdaya saing tinggi," ujar Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini