Image

Hubungan dengan Irak Menegang, Puluhan Ribu Tentara Kurdi Dikerahkan ke Kirkuk

Emirald Julio, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 17:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 18 1794891 hubungan-dengan-irak-menegang-puluhan-ribu-tentara-kurdi-dikerahkan-ke-kirkuk-HXij0nHdDa.jpg Foto pasukan Peshmerga (Foto: Istimewa)

KIRKUK –Pemerintah Kurdi dikabarkan mengerahkan puluhan ribu tentaranya ke Kota Kirkuk karena kekhawatiran Irak akan menyerang kota yang kaya sumber daya minyak tersebut. Pengerahan ini terjadi usai Kurdi mengadakan referendum yang menginginkan memerdekakan diri dari Irak.

“Puluhan ribu (pasukan-red) Peshmerga Kurdi dan pasukan keamanan sudah ditempatkan di dalam dan sekitar Kirkuk. Sedikitnya 6.000 Peshmerga tambahan dikerahkan sejak Kamis malam untuk menghadapi ancaman pasukan Irak,” tutur Wakil Presiden Wilayah Kurdistan, Kosrat Rasul, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (13/10/2017).

Kabar pengerahan ini hanya berselang beberapa jam setelah status yang ditulis  oleh ajudan Presiden Wilayah Kurdistan Masoud Barzani, Hemin Hawrami, menyeruak di media sosial. Pada tulisan tersebut, pasukan Peshmerga diperintahkan untuk mempertahankan Kota Kirkuk dari segala bentuk ancaman.

Al Jazeera mewartakan, pengerahan itu terjadi usai otoritas di Kurdi menuding Pemerintah Irak mengumpulkan banyak tentara agar bersiap untuk mengambil alih ladang minyak di sekitar Kirkuk.

Namun para tentara yang dikumpulkan itu bukanlah dari militer Irak. Pasalnya, mereka disinyalir berasal dari satuan paramiliter Popular Mobilisation Forces (PMF). Anggota paramiliter itu dilaporkan merupakan anggota militan yang dilatih oleh milisi Syiah asal Iran.

Pasukan PMF itu saat ini berada di wilayah yang berlokasi di selatan Kirkuk. Sumber yang tak disebutkan namanya menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa memang ada aktivitas pasukan Irak di wilayah dua garis depan Kota Kirkuk.

Hawarami mendesak agar komunitas internasional bergerak dan meminta Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, menarik mundur PMF. “Tidak ada eskalasi dari pihak kita. Hanya mempertahankan diri dan menyerang balik jika mereka menyerang,” tuturnya.

Meningkatnya ketegangan ini hanya berselang dua pekan usai mayoritas warga Kurdi mendukung referendum kemerdekaan dari Irak. Langkah ini tentu saja memicu kegeraman pemerintah pusat dan menyebut referendum itu ilegal.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini