Image

Meski Bayinya Hanya Seberat 1 Kg, Perempuan Rohingya Ini Termasuk Ibu Hamil Paling Beruntung di Pengungsian

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 18:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 18 1794942 meski-bayinya-hanya-seberat-1-kg-perempuan-rohingya-ini-termasuk-ibu-hamil-paling-beruntung-di-pengungsian-n7WQrAaetX.jpg Pengungsi Rohingya yang Tengah mengantre fasilitas kesehatan di bawah guyuran hujan. (Foto: Reuters)

COX’S BAZAR - Dari sekira 520 ribu warga Rohingya yang melarikan diri dari konflik di Myanmar ke Bangladesh, 1 dari 10 wanita dalam keadaan hamil atau menyusui, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal tersebut dianggap sebagai krisis dalam sebuah krisis.

Membayangkan seorang ibu hamil harus mengantre berhari-hari tanpa makanan atau air sebelum membawanya ke kamp-kamp pengungsi. Para relawan mengatakan bahwa banyak orang telah meninggal akibat kehilangan darah saat persalinan tanpa pertolongan medis. Satu dari lima pengungsi Rohingya baru-baru ini menderita kekurangan gizi parah.

Hasina Aktar (20), seorang ibu muda, dibawa dengan becak saat kehamilannya mendekati waktu kelahirannya ke sebuah kamp pengungsi yang luas di Bangladesh yang sekarang menampung hampir satu juta orang Rohingya. Aktar adalah salah satu yang beruntung. Ia memiliki akses ke sebuah klinik darurat, dilengkapi dengan satu kasur di lantai dua, dua perawat, dan bisa ditemani oleh mertuanya yang berusia 40 tahun, Fatima, yang tinggal di sana. Fatima duduk di sampingnya dan membelai rambutnya dengan lembut. Aktar adalah ibu hamil paling beruntung di antara ibu hamilnya lainnya di pengungsian karena masih bisa melahirkan dengan layak.

Dilansir dari New York Times, Jumat (13/10/2017), Aktar melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Namun sayang, anaknya hanya memiliki berat badan 1,8 kilogram. Hasina diizinkan menginap di tenda militer. Namun besok ia dan anak laki-lakinya, yang dia beri nama Mohammed, harus kembali ke tempat penampungan mereka di kamp.

Sekadar diketahui, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada mengatakan sebanyak 100 ribu Muslim Rohingya telah berkumpul di dekat perbatasan Myanmar untuk bergabung dengan 520 ribu pengungsi yang telah melarikan diri ke Bangladesh terlebih dahulu.

Hal itu diperkuat dengan pernyataan Juru bicara organisasi PBB, Joel Millman, yang mengatakan sekira 2.000 pendatang baru per hari saat ini tercatat di kota pesisir Bolex, Cox's Bazar.

Eksodus dari Myanmar ke Bangladesh dimulai pada akhir Agustus, setelah gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi di Rakhine dan memicu operasi keamanan besar oleh junta militer Myanmar. Berbagai pejabat dan badan PBB telah menyatakan kekhawatiran atas pelanggaran yang diduga dilakukan sebagai bagian dari operasi ini, termasuk tindakan genosida, pembunuhan, pemerkosaan, dan pemindahan paksa.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini