Image

Waduh... Keputusan Deportasi atau Tidaknya Pengungsi Rohingya di India Tunggu hingga 21 November

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 19:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 18 1795031 waduh-keputusan-deportasi-atau-tidaknya-pengungsi-rohingya-di-india-tunggu-hingga-21-november-SqtKnToQ6A.jpg Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)

NEW DELHI - Mahkamah Agung (MA) India mengatakan bahwa tidak ada pengungsi Rohingya yang harus dideportasi sampai tanggal agenda pengadilan berikutnya yaitu pada 21 November. Pihak MA mengatakan bahwa isu Muslim Rohingya sangat besar dan negara memiliki peran besar. Hal ini memungkinkan pemohon untuk mendekatinya jika terjadi kontingensi apa pun.

"Kepentingan nasional tidak bisa menjadi hal sekunder dan pada saat bersamaan hak asasi manusia Rohingya harus selalu diingat," kata hakim ketiga yang dikepalai oleh Ketua Kehakiman Dipak Misra, dilansir dari Outlook India, Jumat (13/10/2017).

BACA JUGA: Pengungsi Rohingya di India: Manusia Mana yang Mau Kembali ke Tempat Mereka Akan Dibantai?

"Kita harus bisa menyeimbangkan. Ini bukan kasus biasa. Masalahnya melibatkan hak asasi manusia banyak orang," tambahnya.

Pengacara Umum Tushar Mehta mengatakan kepada pengadilan bahwa "ini adalah masalah yang melibatkan konsekuensi internasional".

Pengadilan tertinggi tersebut sebelumnya meminta satu pihak yang telah menantang untuk mendeportasi pengungsi ke Myanmar, untuk berhenti membuat argumen emosional dan serangan pribadi untuk mengajukan dokumen, termasuk konvensi internasional.

BACA JUGA: Ya Ampun... Perwakilan Komunitas di India Timur Tak Setuju jika Pemerintah Terima Warga Rohingya

Permohonan tersebut diajukan oleh dua imigran Rohingya, Mohammad Salimullah dan Mohammad Shaqir, mengklaim telah mengungsi ke India setelah melarikan diri dari Myanmar karena meluasnya diskriminasi, kekerasan, dan pertumpahan darah terhadap masyarakat di sana.

Pada Kamis 12 Oktober, sekelompok tokoh terkemuka mendesak Perdana Menteri Narendra Modi untuk tidak mendeportasi pengungsi Rohingya dan pencari suaka, dengan mengatakan bahwa klaim mengenai seluruh masyarakat mendapatkan ancaman keamanan nasional didasarkan pada "asumsi yang salah".

Sekadar diketahui, Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh mengatakan bahwa semua pengungsi Rohingya adalah imigran ilegal dan Pemerintah India akan mengambil langkah untuk mendeportasi mereka kembali ke Myanmar. Pemerintah India dalam pengajuan sebelumnya di pengadilan berpendapat bahwa kehadiran pengungsi Rohingya merupakan ancaman bagi keamanan internal India.

Pada September, sebuah petisi diajukan di Mahkamah Agung setelah dua imigran Rohingya memohon di pengadilan agung terhadap rencana India untuk mendeportasi Rohingya yang telah mengungsi di India.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini