Image

Terkait Suap Wali Kota Tegal, Tenaga Ahli Partai Nasdem Diperiksa KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 11:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 337 1794596 terkait-suap-wali-kota-tegal-tenaga-ahli-partai-nasdem-diperiksa-kpk-ptezCf4OgF.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Tenaga Ahli Partai NasDem, Azwan masuk dalam jadwal pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Dia akan digali keterangannya terkait kasus dugaan suap yang menyeret Wali Kota Tegal Non-aktif, Siti Masitha Soeparno.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMS (Siti Masitha Soeparno)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Jumat (13/‎10/2017).

Bukan hanya Azwan, ‎penyidik juga memanggil sejumlah saksi lainnya yang di antaranya dua pihak swasta yakni, Rama Pratama dan Imam Mahrudi.

(Baca Juga: Kena OTT KPK, Ini Profil Wali Kota Tegal Siti Masitha yang Dikenal Cantik)

Sementara itu, satu tersangka yakni bekas Politikus NasDem, Amir Mirza Hutagalung juga turut diperiksa pada hari ini. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan Wali Kota Tegal Non-aktif, Siti Masitha Soeparno dan mantan Politikus Partai NasDem, Amir Mirza Hutagalung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah.

Keduanya terjerat dalam tiga kasus dugaan korupsi. Adapun tiga kasus korupsi tersebut yakni terkait dugaan setoran bulanan dari Kepala Dinas (Kadis) dan rekanan proyek di lingkungan Pemkot Tegal.

Kemudian, terkait kasus dugaan korupsi penerimaan fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkot Tegal, serta ‎kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah Tegal.

Adapun, terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan ‎kesehatan di RSUD Kardinah, Tegal, KPK turut menetapkan satu tersangka lainnya. Tersangka tersebut yakni, Wakil Direktur RSUD Kardinah, Cahyo Supriyanto.

Diduga, Siti Masitha dan Amir Mirza menerima total uang korupsi sebesar Rp5,1 Miliar dari tiga kasus korupsi tersebut dengan jangka waktu delapan bulan. Uang tersebut diduga akan digunakan untuk pembiayaan pemenangan pasangan Siti Masitha- Amir Mirza, maju dalam Pilkada 2018.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini