Image

Bergerak hingga ke Wilayah, Ini Cara Kerja Densus Tipikor Polri

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 17:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 337 1794921 bergerak-hingga-ke-wilayah-ini-cara-kerja-densus-tipikor-polri-zWo2eHSxlR.jpg Kapolri, jenderal Tito Karnavian. (Dok Okezone)

JAKARTA - Kapolri Jendral Tito Karnavian menegaskan cara kerja Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tak beda jauh dengan Densus 88.

"Begini, yang ditawarkan Densus Tipikor ini mirip seperti Densus 88, artinya penanganan Tipikor oleh kepolisian itu tersentralisasi oleh Densus, ada satgas kewilayahan, di provinsi sama seperti Densus 88 dan penanganan kasus," katanya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/10/2017).

Jadi, dalam penanganan sebuah kasus, Densus Tipikor tetap akan bersinergi dengan pihak Kejaksaan. Terlebih dalam menindak lanjuti perkara tersebut harus ada pihak kejaksaan.

"Diharapkan bisa bersinergi dengan kejaksaan, karena yang melakukan penuntutan kejaksaan," lanjutnya.

"Kalau tidak satu atap tidak masalah, tapi ada mungkin dibentuk tim khusus berkontak langsung brinteraksi langsung sejak langkah penyelidikan yang awal, sehingga tidak terjadi bolak balik perkara, seperti di Densus 88 itu ada Satgas Khusus Penuntutan Terorisme, satgas penuntutan terorisme namanya yang mereka sudah berparalel bermitra dengan Densus 88," ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya juga meminta agar Kejagung membentuk tim khusus dalam menangani kejahatan korupsi. Tim dari Kejagung itu, nantinya akan bisa lebih bergerak cepat.

"Kita berharap dari kejagung juga membentuk satu tim khusus tanpa mengurangi kewenangan kejaksaan untuk penyidikan penuntutan kasus kasus yang ditangani densus tipikor ini. Jadi dibentuk tim khusus, Densus Tipikor ini bisa paham mitra nya siapa," ujarnya.

Jika sama-sama terbentuk tim khusus yang menangani tindak pidana korupsi, maka dalam penyelesaian kasus lebih cepat dan efisien.

"Kita harapkan Tujuan satu agar tidak sampai terjadi bolak balik perkara karena sejak awal sudah paham karena sudah terjadi satu persepsi tentang kasus yang ditangani," tutupnya. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini