Image

Periksa Eks Sekjen Kemendagri, KPK Diduga Buka Penyelidikan Baru Kasus E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 19:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 337 1795060 periksa-eks-sekjen-kemendagri-kpk-diduga-buka-penyelidikan-baru-kasus-e-ktp-iWJDQQmZ22.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Diah Anggraeni diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini, Jumat (13/10/2017). Namun, nama Diah Anggraeni ternyata tidak masuk dalam jadwal pemeriksaan KPK.

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati menjelaskan, pemeriksaan Diah Anggraeni tersebut ‎untuk penyelidikan baru yang diduga berkaitan dengan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011-2012.

"Diah Anggraeni untuk pemeriksaan penyelidikan," singkat Yuyuk saat dikonfirmasi di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Sayangnya, Yuyuk masih enggan membeberkan lebih rinci terkait penyelidikan baru yang diduga berkaitan dengan kasus korupsi e-KTP tersebut. ‎"(saya) Belum bisa konfirmasi lebih lanjut," pungkasnya.

Diah Anggraeni sendiri rampung diperiksa penyidik selama sekira delapan jam. Diah keluar dari Gedung 'Merah Putih' KPK sekira 17.51 WIB dengan mengenakan batik coklat.

Saat dikonfirmasi, awak media terkait pemeriksaannya pada hari ini, Diah memilih irit bicara. Diah mengklaim pemeriksaannya hari ini hanya untuk diklarifikasi seputar kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

"Hanya diklarifikasi saja. Sudah nanti tanya (penyidik) aja ya," kata Diah di pelataran Gedung KPK, Jumat (13/10/2017).

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Lima tersangka tersebut yakni, dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, seorang pengusaha, Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta anggota DPR, Markus Nari.

KPK sempat menjerat Ketua DPR Setya ‎Novanto sebagai tersangka dalam kasus ini. Namun, penetapan tersangka terhadap Novanto gugur setelah pihaknya menang dalam gugatan praperadilan melawan KPK, beberapa waktu lalu.

Irman dan Sugiharto telah divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi proyek e-KTP secara bersama-sama hingga merugikan negara Rp2,3 triliun. Keduanya mantan pejabat Kemendagri tersebut dijatuhkan pidana tujuh dan lima tahun‎ penjara.

Sedangkan, pengusaha Andi Narogong telah didakwa oleh Jaksa KPK. ‎Andi didakwa sebagai pengatur tender proyek e-KTP yang memenangkan sejumlah perusahaan untuk ikut bermain dalam proyek ini. Atas perbuatan itu, negara mengalami kerugian Rp2,3 triliun.

Selanjutnya, KPK masih melakukan proses penyidikan terhadap anggota DPR Markus Nari. Penyidik masih akan mengumpulkan alat bukti serta keterangan dari para saksi-saksi sebelum berkas keduanya dilimpahkan ke pengadilan.

Terakhir, KPK menetapkan tersangka baru yakni Dirut PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudiharjo. Anang merupakan tersangka keenam dalam kasus ini. KPK pun tak menutup kemungkinan menjerat pihak-pihak lainnya dalam kasus ini.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini