Image

Tangkal Konflik Pilkada, Stafsus Presiden Usul Pemilihan Gubernur Papua Dipilih DPR

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 21:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 337 1795143 tangkal-konflik-pilkada-stafsus-presiden-usul-pemilihan-gubernur-papua-dipilih-dpr-krlccPwshe.jpg Stafsus presiden Lenis Kagoya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pilkada serentak 2017 membawa dampak kerusuhan massal di Kabupaten Tolikara dan Intan Jaya, Papua. Sejumlah bangunan milik pemerintah dibakar warga yang diduga pendukung salah satu calon yang berkontestasi lantaran tak terima hasil pesta demokrasi di Tanah Cendrawasih.

Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya ‎mengusulkan, agar Pilkada Papua ke depan dipilih oleh DPR dengan para calon yang telah dimusyawarahkan oleh masyarakat adat Papua. Dengan begitu, diharapkan konflik dapat dicegah.

"Saya arahkan seperti itu. Pemilihan melalui DPR ini bisa dengan calonnya diambil melalui musyawarah adat," kata Lanis Kagoya di kantornya, Jalan Veteran III, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Menurut ‎Lenis Kagoya, calon kepala daerah yang telah dimusyawarahkan akan terlebih dahulu mendapat penilaian dari masyarakat adat. Sebab, dengan pola kontestasi saat ini akan terus berpotensi terjadi kerusuhan lantaran tidak terimanya salah satu calon yang kalah.

"Kalau pola seperti sekarang ini dibiarkan terus, Papua ini berkelahi terus, berkelahi terus. Tidak akan terjadi perdamaian," ujarnya.

Lenis Kagoya menilai, konflik yang terjadi di Papua dapat mengancam kemanan negara. Sehingga, perlu evaluasi dari Kemendagri guna menyelesaikan persolan Pilkada di Tanah Cendrawasih.

"Penegak hukum dalam hal ini penyelenggara baik KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan, Kejaksaan, pengadilan, coba tegakkan yang benar. Artinya, kita ini negara hukum, saya dilahirkan dengan negara yang pas aman maka saya harus tegakkan pendiri-pendiri yang berikan landasan hukum kuat. UU kita harus ikuti dan patuhi," tandasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini