Image

Parah! Air Keran, Alkohol, Gula Merah, dan Sitrun Dioplos Jadi Miras di Kelapa Gading

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 17:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 338 1794895 parah-air-keran-alkohol-gula-merah-dan-sitrun-dioplos-jadi-miras-di-kelapa-gading-eyeXQtuUZB.jpg Kapolres Jakut, Kombes Dwiyono. (Taufik F/Okezone)

JAKARTA - Anggota Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, berhasil mengungkap pabrik minuman keras (miras) oplosan di gudang barang bekas di Jalan Rawa Sengon, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Dwiyono mengatakan, dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan pemilik pabrik bernama Ricardo Tamba (39) dan tiga karyawannya bernama Baim (31), Krisostomus Nembe (31) dan Soldier Silaban (38).

"Kami berhasil menangkap empat orang pelaku, dan para pelaku mengaku melakukan pengoplosan miras,” ujar Dwiyono kepada wartawan di pabrik miras oplosan, Jalan Rawa Sengon, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/10/2017).

Bahkan, para pelaku mengoplos miras dengan cairan seperti sitrun, gula merah. Parahnya, mereka juga menggunakan air kran untuk campuran.

“Dioplos dengan berbagai campuran bahan cairan, seperti caramel, arak, alkohol, sitrun, gula merah dan gula pasir serta air keran mentah," sambungnya.

Dwiyono menambahkan, pabrik miras oplosan itu telah beroperasi sejak lebih dari satu bulan lalu atau pada September 2017. Produk miras oplosan ini, didistribusikan di wilayah DKI Jakarta. Dari penggerebekan itu, polisi juga mengungkap bahwa mereka memproduksi 30--50 dus karton perharinya. Satu karton berisi 12 botol.

"Keuntungan pemilik pada penjualan hasil miras oplosan senilai Rp 60 ribu hingga Rp80 ribu setiap dus karton," tuturnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan Pasal 140 UU RI No 18 tahun 2012 tentang Pangan. Hal tersebut karena mereka telah memproduksi minuman yang tidak sesuai standar kesehatan hingga memalsukan merk dagang.

"Para pelaku ini terancam hukuman maksimal dua tahun kurungan penjara atau denda sebesar Rp4 Miliar," pungkasnya. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini