Image

Astaga! Pengemudi Gojek Diintimidasi Oknum Sopir Angkot di Balikpapan

Amir Sarifudin , Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 16:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 340 1794845 astaga-pengemudi-gojek-diintimidasi-oknum-sopir-angkot-di-balikpapan-KkPNrk77Cc.jpg Pengemudi GoJek di Balikpapan. Foto Okezone/Amir Syarifudin

BALIKPAPAN – Seorang pengemudi GoJek Noor Islamsyah (22), mendapat penganiayaan oleh sopir angkot di Balikpapan, Jumat (13/10/2017).

Perisitiwa itu terjadi sekira pukul 09.00 Wita, saat dirinya mengantar penumpang dari Jalan Serobong, Balikpapan Kota ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di Gunung Bakaran, Balikpapan Selatan. Namun saat melintas di Jalan Marsma R Iswahyudi, dirinya justru dikejar oknum sopir angkot.

"Pagi tadi saya tidak pakai atribut, sengaja untuk keselamatan. Cuma HP saya terpasang di dekat stang sepeda motor, mungkin dia lihat, terus saya dikejar," kata Noor Islamsyah menceritakan kronologis insiden yang dialaminya.

Mengetahui keselamatannya terancam, Noor yang membawa penumpang perempuan langsung melajukan sepeda motornya menuju kantor BPJS Ketenagakerjaan. Dirinya juga meminta pertolongan petugas keamanan kantor tersebut.

"Sopir angkot itu turun juga, dia lepas ikat pinggang mau cambukin saya, tapi dihalangin sama sekuriti. Penumpang saya juga sampai syok," ungkapnya sembari mensyukuri diri yang selamat dari ancaman.

Mengetahui rekan seprofesinya nyaris menjadi korban penganiayaan, puluhan driver berkumpul di kantor GoJek. Mereka kembali menuntut jaminan dari manajemen aplikasi transportasi tersebut.

"Manajemen harus pikirkan juga keselamatan kami. Jangan malah kami disuruh pakai atribut di saat suasana sedang tidak kondusif," kata Ambrosius (49) yang bersama driver lainnya meminta manajemen GoJek bertanggung jawab jika keselamatan mereka terancam.

"Manajemen cuma berucap, siap menanggung, tapi kami meminta bukti, harus ada surat resmi bahwasanya kami bekerja juga dilindungi oleh GoJek. Kami ini juga punya anak istri yang harus dihidupi," tegasnya dan kondisi tidak aman itu dirasakan sejak ada demo penolakan taksi online.

Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di kantor Gojek untuk mengantisipasi aksi lanjutan. Pasalnya, sempat beredar isu akan ada sweeping GoJek sopir angkot yang melakukan intimidasi ke driver online.

"Sudah kita pastikan tidak ada aksi sweeping, kabar yang beredar itu hoax saja. Tidak ada kegiatan (sweeping) baik dari sopir angkot maupun driver GoJek," ucap Kompol Supriyanto, Kabag Ops Polres Balikpapan.

Selain kantor GoJek, beberapa kawasan yang dianggap rawan seperti terminal Balikpapan Permai dan terminal Batu Ampar telah dijaga personel kepolisian. "Kita juga telah melakukan mediasi di Polres kemarin, jadi secara legalitas untuk taksi online belum berizin, cuma imbasnya ke driver ojek, maka kami minta jangan pakai atribut," ungkapnya.

Sementara manajemen GoJek tidak bisa dikonfirmasi. Bahkan sekuriti yang berjaga di kantor Gojek mengatakan tidak ada satu pun manajemen maupun karyawan yang bekerja.

"Kantor lagi kosong. Karyawan dan manajemen tidak ada di dalam," ucap Salahudin, sekuriti yang berjaga saat ratusan driver berkumpul di kantor GoJek.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini