Image

Terharu, Air Mata Dedi Mulyadi Menetes saat Menyampaikan LKPJ

Mulyana, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 15:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 525 1794783 terharu-air-mata-dedi-mulyadi-menetes-saat-menyampaikan-lkpj-TPmCgZf3Fw.jpg Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi saat menyampaikan LKPJ (Foto: Ist)
 

PURWAKARTA - Ruang rapat gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta, mendadak ‎sunyi. Suasana haru terasa ketika Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir jabatan 2017-2018.

Saat penyampaian LKPJ di depan podium, tampak air mata Dedi mengalir dipipinya. Bahkan dirinya meminta maaf ketika kepemimpinannya belum dikatakan sempurna.

"Disini saya sampaikan permohonan maaf bahwa selama kepemimpinan saya masih belum sempurna mensejahterakan rakyat dan memberikan pelayanan prima," ungkap Dedi ketika menyampaikan LKPJ di Gedung DPRD Purwakarta. Jumat (13/10/2017).

 (Baca: Dikunjungi Puluhan Calon Jaksa, Kang Dedi Tekankan Pentingnya Penegak Hukum saat Penyusunan Anggaran)

Dedi pun mengucapkan syukur walaupun diawal kepemimpinannya banyak cibiran dan caci maki, tetapi ikhtiarnya membangun bisa memberikan manfaat bahkan beberapa kebijakannya bisa diadopsi di Indonesia.

"Saya bersyukur kepada Allah SWT, selama 10 tahun diberikan kesempatan memimpin dan bisa mewujudkan mimpi saya sebagai anak desa walaupun ketika memulai semua orang mencaci mencibir dan meragukan, hari ini sudah banyak mengadopsi termasuk pendidikan berkarakter yang saya cetuskan awal menjabat," pungkasnya.

 (Baca: Luar Biasa! Program Gempungan yang Digagas Dedi Mulyadi Sukses Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk)

Permohonan maaf pun disampaikan kepada aparat Desa dan Pegawai dimana dalam kepemimpinannya merepotkan pegawai serta dirinya mengapresiasi pegawai dan aparat desa dalam 24 jam melayani masyarakat.

"Yang direpotkan selama 24 jam dalam melayani masyarakat saya meminta maaf, mereka harus mengantarkan orang sakit, menebus bayi yang ditahan dan yang mengikuti pola pikir saya," ungkapnya.

Diakhir penyampaiannya, Dedi pun mengingatkan bahwa ketika memegang kekuasaan sudah semestinya pemimpin harus siap, terutama dalam membantu rakyat miskin, baginya tidak ada pejabat miskin karena membantu orang susah.

Bukan hanya itu, Dedi pun mengharapkan agar kebijakan selamanya ini di Purwakarta bisa diteruskan dan berlanjut terlebih Purwakarta merupakan daerah yang memiliki ikon dan dikenal.

"Tidak ada pejabat miskin ketika menolong rakyat kita yang akan miskin apabila tidak diberikan pada haknya dan hari ini Purwakarta tumbuh dihormati oleh orang lain seluruh kebijakan saya harap bisa diteruskan dan dipertahankan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini