Image

PDIP- Golkar Ajak PKS Gabung ke Koalisinya, tapi Jangan Bawa Cagub Jabar

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 17:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 525 1794896 pdip-golkar-ajak-pks-gabung-ke-koalisinya-tapi-jangan-bawa-cagub-jabar-bRDdsAFsny.jpg Petinggi PDIP dan Golkar Jabar (Oris/Okezone)

BANDUNG - Koalisi PDI Perjuangan, Partai Golkar dan Hanura membuka pintu bagi partai lain termasuk PKS yang ingin bergabung sebagai mitra menghadapi di Pilgub Jawa Barat 2018. Tapi syaratnya jangan membawa calon gubernur dari luar.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin memberi lampu hijau jika PKS mau bergabung. Tapi, ada syarat yang harus dipenuhi. PKS jangan datang dengan membawa kandidat lebih dulu ke koalisi.

"Partai kami terbuka. Kalau mau gabung, silakan saja. Tapi tentu dengan beberapa catatan. Jangan bawa cagub. Jujur saja saya," kata TB, sapaan akrabnya, di Kantor DPD PDIP Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (13/10/2017).

PKS sendiri sejauh ini masih kelimpungan. Sebab, Gerindra sudah menyatakan mencabut dukungan untuk pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jawa Barat. Tapi, untuk pilkada di 16 kabupaten/kota se-Jawa Barat, PKS-Gerindra masih dalam koridor berkoalisi.

Artinya, untuk pilgub, PKS belum memiliki mitra koalisi lagi. Meski begitu, sejauh ini PKS masih bersikukuh dengan keyakinan koalisi PKS-Gerindra untuk pilgub akan kembali membaik.

Bagi TB, tidak masalah jika PKS ingin merapat. Tapi, itu kembali lagi kepada PKS. Bahkan, jika PKS ikut mendukung kandidat yang nanti diusung koalisi, pihaknya akan sangat bersyukur.

"Kalau mau mendukung, alhamdulillah wa syukurillah," ungkap TB.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya mantap untuk tergabung dalam koalisi. Hal itu sudah sesuai dengan tugas yang dialamatkan kepadanya sebagai ketua partai.

"Tugas saya sebagai Ketua DPD sudah selesai. Itu saja prinsip dasarnya," ucapnya.

Disinggung jika tiba-tiba DPP memerintahkan Golkar untuk keluar dari koalisi saat ini, ia tidak mau berbicara panjang lebar. "Jangan dulu andaikata, kan saya tidak suka berandai-andai," tandas Dedi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini